Langka, Pelatih Ini Minta Anak Asuhnya Biarkan Lawan Cetak Gol

Achmad Firdaus    •    Minggu, 09 Aug 2015 21:05 WIB
soccertainment
Langka, Pelatih Ini Minta Anak Asuhnya Biarkan Lawan Cetak Gol
Para pemain Bury (biru) memprotes kepada wasit karena pemain Doncaster mencetak gol dengan tidak sportif (Foto: http://i4.mirror.co.uk/)

Metrotvnews.com, Doncaster: Kejadian unik dan langka terjadi pentas League One, atau kasta ketiga kompetisi sepak bola Inggris. Seorang pelatih justru meminta anak asuhnya membiarkan tim lawan mencetak gol.

Kejadian aneh bin ajaib tersebut terjadi pada laga Doncaster Rovers versus Bury FC di laga pembuka League One, Sabtu 8 Agustus kemarin. Awalnya, pertandingan berlangsung dengan normal. Kedua tim saling jual beli serangan untuk meraih kemenangan. Namun, sampai menit ke-89 gol yang ditunggu kedua tim tak kunjung datang. Skor masih 0-0.

Di fase krusial inilah momen unik terjadi. Karena ada salah satu pemain yang cedera, pemain Bury menendang bola keluar lapangan, sehingga menciptakan lemparan ke dalam untuk kubu Doncaster.

Pemain Doncaster, Harry Forrester yang menerima umpan lemparan ke dalam dari rekannya pun melakukan tindakan sportif dengan menendang bola ke arah kiper Bury. Namun yang terjadi, tendangannya terlalu sempurna sehingga bola meluncur mulus ke gawang tanpa mampu dijangkau kiper Bury, Chris Walton yang sudah terlanjur maju ke depan.

Pemain Bury pun kesal dan melakukan protes hingga berujung perdebatan karena pertandingan sudah memasuki masa injury time. Namun, ternyata bukan hanya pemain Bury yang kesal. Pelatih Doncaster, Paul Dickov juga berang dengan gol tersebut.

Bukannya senang karena timnya berhasil unggul, Dickov justru marah karena gol tersebut didapat dengan proses yang tidak semestinya. Sebagai bentuk sportifitas, mantan pemain Arsenal dan Manchester City ini menginstruksikan anak asuhnya untuk membiarkan pemain Bury mencetak gol balasan.

Striker Bury, Leon Clarke pun dengan mudah melewati semua pemain Doncaster termasuk kiper yang tidak melakukan tindakan apapun untuk mencegah gawangnya kebobolan di masa injury time. Pertandingan akhirnya tuntas dengan skor imbang 1-1.

Usai pertandingan, Dickov menegaskan bahwa tindakannya membiarkan tim lawan mencetak gol merupakan tindakan yang tepat.

"Saya tidak berpikir dua kali untuk membiarkan mereka (Bury) mencetak gol balasan. Kami tidak pantas mendapatkan tiga poin dengan situasi seperti ini," ujar Dickov.

"Memang sangat disayangkan hasil akhirnya seperti ini. Tendangan Harry Forrester terlalu bagus, dan saya berharap itu tidak masuk. Ketika bola itu masuk, maka yang ada di pikiran saya adalah, kami harus membiarkan mereka mencetak gol balasan. Karena, Anda tidak bisa menang dengan cara seperti itu," tegasnya.

Tindakan Dickov lantas mendapat pujian dari pelatih Bury, David Flitcroft yang menyebutnya sebagai olahragawan sejati.

"Karena jika Anda kehilangan moralitas, maka pertandingan tidak ada lagi artinya bagi saya," tukas Flitcroft.

Terakhir, Harry Forrester sebagai aktor utama kekacauan pertandingan ini melontarkan permintaan maafnya.

"Saya meminta maaf atas kejadian tersebut. Saya tidak berniat mencetak gol dari jarak 40 yard. Saya jamin itu. Itu jelas tidak sengaja," tegasnya.

Memang, tidak ada aturan tertulis dalam sepak bola di mana sebuah tim harus memberikan bola kepada tim lawan ketika tim lawan membuang bola karena ada pemain cedera atau hal lain. Aksi tersebut dilakukan seorang pemain atau klub, sebagai wujud dari arti sepak bola yang menjunjung tinggi sportifitas. (Eurosport)




(ACF)