Harga Daging Melonjak, Pedagang Sapi Cecar Pertanyaan ke Mendag

Husen Miftahudin    •    Senin, 10 Aug 2015 15:19 WIB
daging sapiharga dagingkementerian perdagangan
Harga Daging Melonjak, Pedagang Sapi Cecar Pertanyaan ke Mendag
Salah satu pedagang daging sapi Pasar Kramat Jati, Yusuf (45) yang meminta pemerintah buka keran impor sapi (Foto: MTVN/Husen Miftahudin)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel hari ini mengunjungi Pasar Tradisional Kramat Jati. Kunjungan tersebut dalam rangka meresmikan Depo Bapok Kita untuk menstabilisasi harga dan menjaga pasokan bahan pokok secara berkesinambungan.

Usai meresmikan Depo Bapok Kita, Mendag Rachmat dihadang oleh para pedagang daging sapi Pasar Kramat Jati. Mereka mempertanyakan langkah pemerintah yang dinilai tak mampu menurunkan harga daging sapi yang terus melonjak hingga mencapai Rp130 ribu per kilogram (kg).

Terlihat ada lebih dari 20 orang berpakaian putih dan mengenakan peci, yang merupakan para pedagang daging sapi, menyelinap di antara wartawan yang sedang melakukan wawancara kepada Mendag Rachmat. Diinisiasi oleh salah satu pedagang daging Sapi Pasar Kramat Jati, Yusuf (45), mereka melontarkan pertanyaan yang cukup membuat Rachmat kerepotan menjawabnya.

"Kuota impor berapa juta Pak dari Australia?" tanya Yusuf kepada Mendag Rachmat, di Pasar Kramat Jati, Jalan Raya Bogor Km 17, Jakarta Timur, Senin (10/8/2015).

"Bapak dari mana?" jawab Rachmat melihat sosok pria paruh baya yang asing di mata Mendag Rachmat.

Sontak, Yusuf pun langsung mengaku sebagai tukang daging Pasar Kramat Jati. "Tukang daging pak," jawabnya.

Mendag Rachmat kembali merespons. "Kami mendapat masukan, peternak lokal mengeluh karena tidak bisa jual sapinya. Karena mereka tidak bisa jual sapi karena pemerintah masih membuka impor," ungkap Rachmat.

Namun, Yusuf merasa informasi yang diterima Mendag Rachmat tidak benar. "Bapak salah kalau seperti itu. Karena tidak ada (pasokan sapi lokal) di sini dan tak memenuhi kebutuhan," terangnya.

Pada sisi lain, Rachmat tetap dengan pendiriannya. "Tidak. Tidak. Tidak. Sapi lokal itu berkeluh Pak," tegas Rachmat.

Yusuf justru kembali mengomentari pernyataan Mendag Rachmat. "Keluh bagaimana‎?" tanya Yusuf.

Mendag Rachmat dengan cepat menjawab pertanyaan dari Yusuf itu. "Karena sapi impor, mereka tidak bisa menjual sapinya," jawab Racmat.

Mendengar jawaban dari Mendag, Yusuf pun langsung menuding bahwa hal itu hanyalah sebuah kebohongan. Pasalnya, para pedagang sapi yang ada di Pasar Kramat Jati tidak pernah menerima pasokan daging sapi yang berasal dari lokal.

Maka itu, para pedagang sapi meminta kepada Mendag Rachmat untuk segera membuka kran impor sapi agar pasokan daging ke Pasar Kramat Jati dapat memenuhi permintaan dari para konsumen. "Pak tolong tambah kuota (impor sapinya). Kata Bapak tadi (akan impor) 45 ribu (ekor sapi) ya? Kok (di Pasar Kramat Jati) tidak ada (pasokan daging sapi)?" kata Yusuf.

Rachmat pun langsung menjawab bahwa pihaknya akan menjaga pasokan dan permintaan daging sapi di pasaran agar mampu menjaga stabilisasi harga. "Oleh karena itu kami coba jaga supply dan demand. Kita atur Pak," tutup Rachmat.



(ABD)