KPK Sudah Supervisi, Kejati Yogyakarta Malah Hentikan Penyidikan

Ahmad Mustaqim    •    Senin, 10 Aug 2015 20:20 WIB
kasus korupsi
KPK Sudah Supervisi, Kejati Yogyakarta Malah Hentikan Penyidikan
Mantan Bupati Bantul Idham Samawi. Foto: MI/Galih

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Penanganan kasus korupsi dana hibah Persiba Bantul meninggalkan tanda tanya. Pasalnya, kasus yang telah disupervisi KPK ini justru dihentikan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Yogyakarta dengan mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) tanpa berkoordinasi.

Kepala Kejati Yogyakarta, I Gede Sudiatmadja, tidak menampik kabar tersebut. Menurut dia, meski disupervisi KPK, Kejati Yogyakarta tak perlu berkoordinasi dalam mengeluarkan SP3.

Ia berdalih, Kejati Yogyakarta memiliki wewenang sendiri dalam mengambil kebijakan tersebut. "Kami tidak berkoordinasi dengan KPK karena kami punya wewenang," kata Sudiatmadja kepada Metrotvnews.com di Yogyakarta, Senin (10/8/2015).

Kendati demikian, Sudiatmadja mengaku telah melaporkan SP3 kasus korupsi yang merugikan negara Rp12,5 miliar tersebut ke KPK. "Kami sudah melaporkan SP3 ke KPK, tapi belum ada respon karena memang baru," ucapnya.

Terkait rencana gugatan praperadilan SP3 yang dikeluar Kejati Yogyakarta oleh sejumlah LSM, Sudiatmadja berujar tak berkeberatan dengan langkah tersebut. "Saya tidak akan melarang atau mengurangi hak orang. Jadi silakan saja," cetusnya.

Pada 4 Agustus, Kejati Yogyakarta memutuskan mengeluarkan SP3 untuk kasus korupsi dana hibah Persiba Bantul dengan tersangka Idham Samawi (mantan Bupati Bantul) dan Edy Bowo Nurcahyo (mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Bantul).

Sementara itu, dua tersangka lain, Dahono (mantan bendahara Persiba) dan Maryani (rekanan catering Persiba) telah masuk persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Yogyakarta. Pihak Kejati beralasan pengeluaran SP3 karena tak menemukan alat bukti yang cukup.


(UWA)