10 Hal tentang Album Nevermind yang Wajib Diketahui Fans Nirvana

Adi Waluyo    •    Rabu, 12 Aug 2015 18:49 WIB
feature showbiz
10 Hal tentang Album Nevermind yang Wajib Diketahui Fans Nirvana
Nirvana saat pembuatan album Nevermind (Foto: Kirk Weddle)

PADA 1991, cetak biru dari world wide web baru mulai mengambil bentuknya dan peta Eropa kurang lebih harus digambar ulang. Arnold Schwarzenegger dan Terminator: Judgement Day mencetak box office dengan kecepatan badai, sementara dunia musik berduka atas kematian Freddie Mercury.

Di antara momentum-momentum bersejarah itu, tiga musisi dari Seattle, Washington, AS merilis sebuah album yang menjadi tonggak dimulainya era Grunge yang akan mengubah peta kekuatan musik kontemporer.

Tentu saja, ini adalah tentang album Nirvana, Nevermind, yang dianggap sebagai salah satu album rock paling penting sepanjang masa. Lewat album ini pula Kurt Cobain didaulat menjadi ikon global dan revolusi musik tahun 90-an dimulai.

Nevermind, album kedua Nirvana yang rilis pada 24 September 1991, menampilkan lagu-lagu grunge klasik seperti Come As You Are, Lithium, In Bloom dan lagu kebangsaan generasi X, Smells Like Teen Spirit.

Nevermind membuat sebuah band grunge kecil dari Seattle meraih sukses di seluruh dunia hanya dalam semalam, dan sampai saat ini, penjualan album Nevermind telah menembus angka 30 juta keping di seluruh dunia.

Sejak lebih dari dua puluh tiga tahun sejak album itu dibuat, cerita tentang Nirvana dan album fenomenal mereka telah menjadi legenda rock 'n' roll. Berikut adalah sepuluh hal yang perlu Anda ketahui tentang album Nirvana, Nevermind



1. Kurt Cobain agak khawatir dengan lagu Come As You Are
Intro lagu Come As You Are terdengar sangat mirip dengan intro gitar Killing Joke pada singel mereka, Eighties. Cobain tahu mengenai hal ini, ia sempat berpikir bahwa fans dan stasiun radio akan memboikot lagu ini dan menganggap Nirvana telah membajak hak cipta orang lain. Namun sejarah menunjukkan sebaliknya, Come As Are Anda menjadi salah satu lagu Nirvana paling sukses dan tidak ada reaksi dari penggemar atau komentar dari para DJ radio bahwa ada kemiripan di antara kedua lagu. Tentu saja Come As You Are terdengar lebih baik dari Eighties.

2. Cobain menyebutkan daftar lagu secara spontan di depan eksekutif perusahaan rekaman
Ketika Nirvana selesai dengan sesi rekaman Nevermind, seperti kebanyakan band, mereka mulai memilih urutan lagu apa yang terbaik untuk album terbaru mereka. Menurut bassist Krist Novoselic dan drummer Dave Grohl, itu adalah proses seleksi yang cukup sederhana.
Beberapa minggu sebelum proses mastering akan dimulai, Cobain dan Novoselic bertemu dengan eksekutif Geffen Records untuk menyerahkan daftar lagu terakhir yang mereka pilih. Novoselic mengaku terkejut ketika melihat Cobain dengan enteng menyebutkan urutan lagu di album Nevermind dengan lancar tanpa sedikit pun kebimbangan. Entah karena ia telah memikirkan dengan masak bagaimana bentuk akhir album ini jauh sebelumnya, atau ia memang tak peduli dengan semua itu (yang terakhir ini adalah yang paling mungkin bila melihat pribadi Cobain)

3. Kiss di sampul belakang album
Sampul belakang album Nevermind menampilkan collage fotografi 'aneh dan primitif' karya Cobain yang dikumpulkannya selama bertahun-tahun sebagai seniman dan penulis lagu.

Itu adalah sebuah foto monyet yang digambarkan berada di neraka. Tapi, jika Anda melihat dengan sangat jeli, Anda dapat melihat di atas kepala monyet gambar album Kiss tahun 1976, Destroyer.

Percayalah, Anda benar-benar harus mencarinya, walaupun gambarnya sedikit kabur, tapi itu memang betul-betul ada. Kiss adalah salah satu band favorit Cobain saat ia masih bocah dan sepertinya Cobain sangat menggilai album Destoyer.

Dalam sebuah wawancara Cobain pernah mengatakan, "Jika Anda melihatnya (sampul belakang Nevermind) dari dekat, ada gambar album Kiss di belakang, di atas sepotong daging."



4. Nirvana diusir dari pesta launching albumnya sendiri
Ada sebuah tradisi di mana sebaiknya dilakukan pesta sebelum rekaman dirilis. Kadang itu sangat menyebalkan, namun jika Anda tidak melakukannya, para bos di perusahaan rekaman akan mengancam Anda dengan berkata bahwa tidak akan ada orang yang akan membeli album Anda. Tapi kita semua tahu itu adalah omong kosong, dan karena diwajibkan dalam kontrak, sehingga Anda diharapkan muncul.

Nirvana muncul untuk pesta peluncuran Nevermind di bar kecil di Seattle dengan sedikit mabuk. Setelah pesta mulai menggila, personel Nirvana dan teman-teman mereka mulai keluar jalur dengan memulai saling melempar makanan hingga membuat suasana bar betul-betul kacau.

Alhasil, trio grunge ini terpaksa digiring keluar dari pesta mereka sendiri dengan tubuh dan pakaian penuh buah, sayuran, dan saus salad.

5. Kurt Cobain meminta royalti yang lebih besar
Setelah Nevermind meledak dan menggeser Raja Pop Michael Jackson dari puncak tangga lagu Billboard 100, popularitas Nirvana makin meroket.
 
Cobain terdaftar sebagai penulis lirik dan lagu, sementara dua orang temannya hanya memainkan musik. Dengan Smells Like Teen Spirit menjadi lagu terpopuler di radio seluruh dunia, royalti yang mereka terima semakin melambung.

Cobain yang merasa punya andil besar dalam pembuatan lagu-lagu Nirvana menuntut kue royalti yang lebih besar. Seperti yang dapat Anda bayangkan, Novoselic dan Grohl tidak senang hati dengan tuntutan ini dan mengancam akan keluar dari Nirvana jika masalah ini tidak diselesaikan.

6. Dave Grohl bukan satu-satunya drummer di album Nevermind
Sudah jadi pengetahuan umum bahwa Dave Grohl adalah drummer keenam Nirvana dan Nevermind adalah album studio pertamanya dengan Nirvana. Namun, dia bukan satu-satunya drummer di album tersebut.

Sebelum Dave Grohl masuk, Nirvana menyewa Chad Channing sebagai drummer selama seminggu di sebuah studio rekaman murahan di Seattle.

Di studio inilah bersama produer Butch Vig, Nirvana merekam demo lagu-lagu (yang dikenal sebagai Smart Sessions) yang akhirnya muncul di album Nevermind.

Lagu yang direkam dalam sesi ini adalah Lithium, In Bloom, Breed (saat itu berjudul Immodium), Stay Away (saat itu berjudul Pay To Play) dan Polly.

Polly tampaknya menjadi lagu terakhir yang tak tersentuh ketika Nirvana merekam album Nevermind di Sound City Studios di California. Saat itu, Dave Grohl sudah duduk di belakang drum kit.

Polly pada dasarnya tidak memiliki track drum. Namun, bagian chorus-nya mendapat tambahan aksen desingan cymbal. Dan pukulan cymbal Chad Channing dalam demo Polly berakhir di master Nevermind.

Alasan di balik ini cukup sederhana: Produser Vig menganggap bahwa pukulan cymbal Channing di lagu itu sudah sempurna dan punya timing yang tepat, sehingga tidak perlu lagi direkam ulang oleh Dave Grohl.



7. Endless, Nameless tidak tercetak pada 50.000 keping album Nevermind
Endless, Nameless adalah lagu tersembunyi di album Nevermind yang dimulai beberapa menit setelah lagu terakhir yang 'tenang' dan sangat pribadi, Something In The Way.

Lagu ini lahir dari sebuah jam session improvisasi yang direkam oleh sound engineer yang membiarkan pita rekaman bergulir saat Nirvana mengacaukan take rekaman lithuim. Setelah jam session itu selesai dan Cobain telah menghancurkan gitarnya berkeping-keping, mereka segera pulang ke rumah.

Vig sedang mencari gitar left handed (kidal) ketika sound engineer memutar rekaman 'gaduh' itu. Setelah mendengar rekaman spontan mereka yang kacau namun dinamis, band ini memutuskan rekaman itu harus muncul sebagai hidden track di album Nevermind.

Ketika dirilis pada 24 September 1991, lebih dari 50.000 copy album tidak menampilkan lagu Endless, Nameless. Ada kesalahan di divisi percetakan yang menyebabkan lagu penutup yang riuh di Nevermind itu harus dipotong.

8. 'Hanya butuh' USD65.000 untuk membuat album Nevermind
Rekaman album pertama Nirvana Bleach dibuat hanya dengan biaya USD606 yang mereka pinjam dari gitaris Soundgarden Chris Everman - yang kemudian ikut tur dengan Nirvana setelah album Bleach rilis.

Cukup dipahami karena Nirvana belum jadi bintang utama waktu itu. Apakah Anda berpikir setelah berhasil meneken kontrak dengan label besar akan meningkatkan anggaran produksi Anda, itu tidak terjadi pada Nirvana.

Nevermind direkam di Sound City Studios, Van Nuys, California, yang kini sudah tidak berfungsi lagi. Jika Anda pernah melihat film dokumenter Dave Grohl di Sundance tentang studio terkenal itu, Anda mungkin akan mengerti mengapa Nevermind tak begitu menelan banyak biaya.

Sound City adalah gudang lusuh, kotor dan suram yang saat itu masih dianggap 'layak' sebagai sebuah studio. Meskipun dekorasinya 'menjerit' minta direnovasi, beberapa musisi terkenal pernah rekaman di sana (Fleetwood Mac, Johnny Cash, Neil Young) karena studio itu dianggap punya live-room yang magis dan ongkos sewanya yang terjangkau. Jadi patut untuk diingat dan dipertimbangkan: anggaran besar tidak menjamin keberhasilan dan meningkatkan kesempatan Anda untuk membuat album klasik secara instan.

9. Penis bayi di sampul album Nevermind sebelumnya hendak ditutup stiker
Sampul album ini pertama kali digagas oleh Cobain di flat sewaan di mana ia berbagi kamar dengan Grohl di Seattle, setelah mereka menyaksikan sebuah film dokumenter tentang kelahiran bayi dalam air.

Cobain ingin sesuatu yang mencolok dan mudah diingat, dan berpikir bahwa bayi yang mengapung di kolam renang akan menjadi gagasan yang bagus.

Tentu saja itu ide tersebut dianggap sangat kontroversial sehingga eksekutif Geffen Records mencoba untuk meyakinkan Cobain untuk mencari ide yang lain.

Namun Cobain tetap bersikeras, dan akhirnya Geffen sepakat untuk menggunakan idenya, dengan syarat Nirvana harus menerima bila foto itu terlalu mengejutkan bagi publik, mereka harus memiliki rencana cadangan.

Rencananya adalah dengan menggunakan stiker untuk menutupi penis bayi. Namun, Cobain masih tetap alot. Ia bersedia foto itu ditutup stiker asalkan sampul album itu disertai tulisan, "Jika Anda tersinggung oleh gambar ini, Anda pasti seorang pedofil yang tersembunyi."

Ada lagi cerita menarik dari fotografer Krik Weddle yang membuat foto sampulnya. Weddle mengambil foto dari dua bayi: bayi laki-laki dan bayi perempuan. Setelah menunjukkan kumpulan foto kepada eksekutif Geffen, Weddle mengatakan ia lebih suka foto bayi perempuan. Namun, orang-orang dari Geffen mengisyaratkan bahwa mereka ingin foto bayi laki-laki.

10. Smells Like Teen Spirit diduga menjiplak lagu More Than A Feeling
Selama produksi Nevermind, Cobain selalu mengutip the Pixies sebagai pengaruh utamanya di album Nevermind untuk penggunaan dinamika keras dan tenang mereka.

Tak perlu disangsikan lagi jika Smells Like Teen Spirit adalah lagu kebangsaan remaja yang tak ada matinya, namun kritikus musik menganggap bahwa lagu tersebut kekurangan orisinalitas.

Selama penampilan Nirvana di Reading Festival '92, yang merupakan salah satu pertunjukan live mereka yang paling banyak dipuji, Cobain memainkan lagu More Than A Feeling, singel milik band progresif rock Boston, yang langsung bersambung dengan intro Smells Like Teen Spirit.

Dengan aksi panggungnya ini, Cobain seolah membuktikan bahwa bagian gitar di kedua lagu sangat mirip, juga tempo dan progresi akord-nya.

Cobain belum pernah mengakui bahwa ia telah menjiplak lagu More Than A Feeling, tetapi tindakan kadang bersuara lebih keras daripada kata-kata ...(whatculture)

 


(AWP)