Magura Rilis Sistem Penyetel Suspensi Sepeda Elektronik

- 30 Mei 2013 16:00 wib
Gizmag
Gizmag

Metrotvnews.com: Meskipun berstatus kendaraan sederhana, sepeda juga tidak mau kalah dengan kendaraan bermotor soal teknologi canggih. Contohnya suspensi yang dapat menyesuaikan diri secara otomatis yang ditawarkan oleh Magura berteknologi Bluetooth.

Ide ini muncul dari keluhan para pengayuh sepeda gunung soal pengaturan suspensi. Jika disetel teralalu keras, roda sepeda akan memantul-mantul saat melintasi jalan keriting, sementara jika terlalu lembut shockbreaker bisa mentok saat menghajar gundukan besar.

Bisa saja penyetelan suspensi secara manual dilakukan sambil menjalankan sepeda, namun hal itu bukan sesuatu yang semua pengendara ingin repot-repot melakukannya.

Dari situlah Magura memutuskan untuk menciptakan sebuah solusi dalam bentuk penyetel suspensi otomatis eLECT yang dapat menyesuaikan sendiri menggunakan sistem elektronik. Jantung sistem tersebuut ada pada modul eLECT yang digunakan untuk menggantikan tombol penyetelan pada garpu suspensi depan Magura model TS6 atau TS8 R.

Pengguna hanya tinggal melepas tombol yang lama dan menggantinya dengan module eLECT berbobot ringan yang di dalamnya terdapat sebuah mikroprosesor, motor servo, akselerometer 3D, baterai lithium ion dan konektor mikro USB untuk menyetrum ulang baterainya.

Akselerometer tidak hanya mendeteksi ketika ban menghajar sebuah gundukan, tapi ia juga mampu mengetahui ukuran gundukan tersebut. Dalam tempo satu per sekian detik, modul memerintahkan agar suspensi menyesuaikan tingkat kekerasannya.

Melalui shim yang dapat berputar dengan tenaga listrik pada bagian bawah modul yang terhubung dengan semacam lubang pada piston kompresi garpu depan. Akselerometer tersebut juga dapat mengetahui apakah sepeda berada di jalan datar, menanjak atau menurun.

Pada saat sepeda menuruni bukit maupun di jalan datar, suspensinya tetap 'terbuka'. Jika mendaki, garpu akan secara otomatis meningkatkan kekakuan. Hal ini memungkinkan pengendara menyalurkan energi lebih efisien untuk memacu sepedanya melaju ke depan, bukan memompa turun naik suspensi jika setingan terlalu lembut.

Jika saat mendaki bukit melewati medan yang bergelombang, eLECT tetap memungkinkan suspensi melakukan penyesuaian. Bahkan jika sepeda melakukan lompatan ke udara, sistem mampu mendeteksinya, kemudian menyesuaikan suspensi agar sepeda mendarat dengan lembut.

Pengatur suspensi ini juga dapat diseting pada mode manual melalui pengatur nirkabel berteknologi Bluetooth di setang kemudi yang juga memungkinkan pengendara masih dapat menyetel tingkat kekerasan yang sesuai dengan selera mereka.

Pada mode otomatis, baterai lithium ion yang menjadi sumber dayanya, mampu bertahan hingga 40 jam, sementara jika menggunakan mode manual ia butuh penyetruman setiap 60 jam pemakaian. Ketika baterai sudah kehilangan dayanya, suspensi secara otomatis bekerja pada kondisi medium. (BikeRadar)

()

MOTOR
MOBIL
MODIFIKASI
TIPS

Mata Najwa: Menuju Ke-7

30 Juli 2014 18:04 wib

Mata Najwa: Bangsa Indonesia baru saja menjalani pesta demokrasi yang begitu semarak. Mulai dari pemilihan anggota legislatif, hingga pemilihan presiden. Jejak-jejak pesta demokrasi yang terekam dalam sejumlah episode mata najwa, selama lebih dari setahun terakhir pun dirangkai menjadi satu episode baru yang penuh cerita. Mulai dari mendadak bermunculannya sejumlah orang yang berminat mencalonkan diri sebagai presiden. Dengan alasan ditunjuk, mendapat wangsit maupun ingin membuat perubahan pada negeri. Serta pertarungan perebutan suara dalam pemilu legislatif. Caleg bermunculan dari berbagai kalangan , mulai dari artis hingga profesi unik. Isu suksesi kepemimpinan nasional juga dibahas najwa bersama Presiden RI ketiga, BJ Habibie dan mantan presiden kelima, sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Mata najwa menghadirkan lima tokoh di hadapan ribuan mahasiswa di Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) untuk berbagi inspirasi. Mereka adalah mantan wakil presiden Jusuf Kalla, gubernur DKI Jakarta, Joko widodo, tokoh pendidikan Anies Baswedan, ketua komisi pemberantasan korupsi, Abraham Samad dan gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Warna warni jalannya demokrasi saat pemilihan presiden tergambar dalam sejumlah episode mata najwa. Najwa sempat menantang Joko Widodo untuk memilih cawapres pendampingnya. Menghadirkan Jokowi bersama Jusuf Kalla, Dahlan Iskan dan Ahok. Namun, seperti biasa jokowi mampu menyimpan misteri. Dan saat opini publik telah terbelah menjadi nomor satu atau dua, mata najwa menghadirkan debat antara tim sukses kedua kubu untuk membedah visi misi kedua capres. Perjalanan politik joko widodo terekam dalam cuplikan kehadirannya sebagai narasumber mata najwa. Sejak saat ia masih menjabat sebagai walikota solo, saat memutuskan mencalonkan diri sebagai gubernur dki, bersama najwa blusukan ke pemukiman padat, saat memutuskan mengikuti pilpres, hingga kemudian hasil hitung cepat menunjukkan jokowi sebagai presiden terpilih. Selengkapnya hanya di mata najwa, tayang rabu 30 juli 2014 pukul 20.05WIB di Metro TV.