Demi Capai Target Inflasi di RAPBN 2016, Keran Impor Harus Dibuka

Dian Ihsan Siregar    •    Sabtu, 15 Aug 2015 12:26 WIB
nota keuangan
Demi Capai Target Inflasi di RAPBN 2016, Keran Impor Harus Dibuka
Ilustrasi impor -- FOTO: Antara/DEWI

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Perdagangan (Mendag) Thomas Lembong menyatakan dengan membuka keran impor di sektor pangan, maka inflasi bisa dikontrol dengan baik. Tujuan itu sejalan demi mencapai target inflasi 4,7 persen di Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2016.

"Tidak drastis rasanya perlu keran impor, supaya inflasi kita terbantu," ucap Thomas, ketika ditemui di Kantor BKPM, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2015.

Impor pangan, diakuinya tidak mengambil porsi besar dari total impor keseluruhan. Tetapi, inflasi dari porsi pangan memang cukup besar. "Kalau buka keran impor neraca perdagangan oke. Dampak positif inflasi turun mungkin besar," sebutnya.

Meskipun demikian, Thomas menyaradi swasembada pangan adalah prioritas utama pemerintah. Sehingga, swasembada pangan menjadi kunci utama, di samping mencari solusi menekan inflasi sebaik mungkin.

"Butuh waktu dan proses. Kalau tutup keran impor drastis, pangan melonjak dan berdampak inflasi," tekannya.

Demi menekan inflasi, Kementerian Perdagangan (Kemendag) bakal berkoordinasi dengan kementerian terkait, dalam menangani masalah inflasi ini.

"Mohon kami diberi waktu, agar bisa bermitra dengan baik. Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan, jadi satu agar swasembada tidak drastis," pungkas dia.


(AHL)