Komnas HAM Minta Densus Persuasif Tangkap Terduga Teroris

Pythag Kurniati    •    Minggu, 16 Aug 2015 14:18 WIB
terorismebom
Komnas HAM Minta Densus Persuasif Tangkap Terduga Teroris
Komisioner Komnas HAM, Siane Indriani, saat mengunjungi rumah terduga teroris di Kota Surakarta. Foto: MTVN/Pythag

Metrotvnews.com, Surakarta: Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta Densus 88 Polri melakukan penangkapan secara persuasif terhadap terduga terorisme.

“Jangan pakai kekerasan lah. Lebih baik utamakan pendekatan persuasif. Toh, orang tua Ibad (Ibadurahman) mau diajak bicara baik-baik,” kata Koordinator Sub Komisi Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Siane Indriani, saat berkunjung ke rumah keluarga Ibad, di Jalan Comel Kelurahan Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah, Minggu (16/8/2015).

Dia berharap tak ada tindakan kekerasan di luar prosedur saat Densus 88 menangkap terduga teroris dan menggeledah rumahnya.

Siane mengaku khawatir dengan proses penyidikan terduga. “Kita takutkan ada kemungkinan penyiksaan terhadap terduga dalam rangka membuat BAP (berita acara pemeriksaan),” tuturnya.

Maka, bekerja sama dengan Muhammadiyah serta Majelis Ulama Indonesia (MUI), Komnas HAM akan terus mengawal kasus ini.

“Nanti data kita di lapangan. Akan kita cocokkan dengan data MUI. Kita jadikan laporan untuk masukan ke berbagai pihak,” imbuh Siane.

Pemberian label pun menjadi salah satu poin yang disampaikan Siane dalam kunjungannya tersebut. “Jangan gampang bilang terduga teroris, apalagi tersangka. Kita harus pikirkan keluarganya, anak-anaknya, mereka akan mengalami trauma. Jangan juga ada stigma pada kelompok agama tertentu,” kata dia.

Komnas HAM berkunjung ke rumah Ibad untuk mengetahui kronologi penangkapan serta penggeledahan Ibad yang diduga teroris.

Sebelumnya, Densus 88 Antiteror Polri menangkap tiga orang terduga teroris di Solo, Jawa Tengah, Rabu, 12 Agustus. Ketiga orang itu yakni Ibad, Yus Karman, dan Giyanto.

Densus 88 kemudian menggeledah kios ponsel di Kampung Sawahan, Kelurahan Sangkrah, Pasar Kliwon, Solo, Kamis, 13 Agustus.

Penggeledahan kemudian dilanjutkan di sebuah rumah di Semanggi, Solo, di hari yang sama. Selanjutnya sebuah kamar indekos di Karanganyar, Solo, turut digeledah.

Hasil penggeledahan itu ditemukan sejumlah bahan peledak dan panduan merakit bom. Diduga mereka akan beraksi di sejumlah lokasi saat peringatan hari ulang tahun ke-70 kemerdekaan Republik Indonesia.


(UWA)