Realisasi Ekspor Industri Kecil Bali Lesu

Antara    •    Senin, 17 Aug 2015 10:29 WIB
ekspor
Realisasi Ekspor Industri Kecil Bali Lesu
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Metrotvnews.com, Denpasar: Realisasi ekspor hasil industri kecil Bali tampak melesu hingga pertengahan 2015, terutama dari Amerika Serikat (AS) yang selama ini sebagai pembeli terbesar. Diharapkan, kondisi ini tidak berlanjut dan kembali membaik.

"Ada lima jenis utama hasil industri kecil yang memasuki pasar luar negeri hampir semuanya menurun dalam pengiriman maupun perolehan devisanya," kata pengusaha kerajinan dan usaha industri kecil asal Kabupaten Gianyar, Made Kusuma, di Denpasar, Senin (17/8/2015).

Aneka barang berbahan baku plastik, misalnya, berkurang hingga 18 persen dalam pengirimannya maupun dalam perolehan devisa perioda 2015 hingga Juni, begitu pula pakaian jadi (garmen) buatan masyarakat mengalami nasib serupa.

Kusuma menambahkan, hanya barang jenis tas yang dibuat secara antik dengan bahan baku kain maupun batik bisa memasuki pasar ekspor dengan stabil karena harganya mengikuti nilai dolar AS dalam perolehan devisanya, walau tak dipungkiri volumenya berkurang.

"Konsumen asal Amerika Serikat yang paling besar memesan dan membeli hasil industri kecil Bali dan diawal 2015 sedikit berkurang, begitu pula dari rekan bisnis asal Australia, juga berkurang akibat faktor ekonomi yang belum menggembirakan di sana," ujar Kusuma.

Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri, Disperindag Bali, Made Suastika dalam kesempatan terpisah membenarkan jika realisasi perdagangan ekspor industri kecil Bali mengalami penurunan hingga 20 persen dalam kuartal I-2015.

"Lesu perdagangan luar negeri terutama dari hasil industri kecil Bali selama Januari-Juni 2015 hanya menghasilkan devisa USD74,8 juta atau berkurang jika dibandingkan periode enam bulan awal 2014 yang mampu mencapai angka USD93,6 juta," pungkasnya.


(ABD)