Ahok Klaim Hampir Semua Sungai di Jakarta Bersih

Wanda Indana    •    Rabu, 19 Aug 2015 15:52 WIB
kali ciliwungbasuki tjahaja purnama
Ahok Klaim Hampir Semua Sungai di Jakarta Bersih
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)--Antara/Wahyu Putro

Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama mengklaim telah berhasil membuat 13 sungai utama di Jakarta bersih dari sampah. Hal itu dikatakan Ahok, saat bertemu Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli.

"13 sungai boleh dikatakan sudah hampir kami berhasil atasi. Coba bapak lihat, hampir semua sungai-sungai kami ini bersih dari sampah," ujar Ahok sambil menunjukkan aplikasi smart city di ponselnya di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Gedung BPPT, Jakarta Pusat, Rabu (19/8/2015).

Mantan Bupati Belitung Timur itu juga mengungkapkan, jika proyek normalisasi Kali Ciliwung di Kampung Pulo, Jakarta Timur, selesai digarap, dia menjamin tidak ada lagi banjir di wilayah langganan banjir itu. Ahok mengaku setiap hari terus memantau dan mengawasi pengerjaan normalisasi sungai melalui CCTV, dan aplikasi smart city dari ruang kerjanya.

"Kalau besok saya berhasil atasi untuk sheet pile lagi di Kampung Pulo, enggak ada lagi sejarah cerita Kampung Pulo banjir. Jadi kita betul-betul, Jatinegara sudah enggak banjir. Jadi dari hulu, kami tidak sheet pile, itu dibuat alami, sepanjang itu sampai ke Manggarai," katanya.

Dijelaskan Ahok, penyebab utama buruknya kualitas air di Sungai Ciliwung lantaran kebiasaan warga yang gemar buang sampah ke sungai. Banyak sampah menumpuk dan kerab mengakibatkan banjir.

"Dulu kenapa air kotor? Air itu masuk sampah, begitu keluar langsung hitam airnya. Jadi kita sudah kasih alat berat, tungguin, kami juga terus beli alat berat," jelas Ahok.

Pertemuan Rizal-Ahok membahas potensi pariwisata di Jakarta. Menteri Rizal mengatakan untuk mensukseskan sektor pariwisata kunci keberhasilannya adalah tetap fokus. Hal itu juga diupayakan untuk meningkatkan sektor wisata di Ibu Kota.

DKI Jakarta adalah destinasi Indonesia kedua terbesar setelah Bali, yakni 23 persen. Sedangkan Bali sebesar 41 persen. Tapi DKI Jakarta belum memiliki branding yang kuat untuk menggaet wisatawan. Tidak seperti Bali yang memang telah fokus dengan culture tourism dan keindahan pantainya.

Oleh karena itu, untuk membuat branding image Jakarta sebagai salah satu destinasi yang wajib dikunjungi, Rizal berencana mengundang Ahok, Kepala Dinas Pariwisata DKI Jakarta, dan Menteri Pariwisata Arif Yahya. Mereka akan merumuskan branding kota DKI Jakarta.


(YDH)