Pemerintah Telah Tunjuk Konsultan Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Desi Angriani    •    Rabu, 19 Aug 2015 18:04 WIB
kereta cepatkereta supercepat
Pemerintah Telah Tunjuk Konsultan Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Pemerintah Indonesia merencanakan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung dan Pamerintah Tiongkok merupakan salah satu pihak yang menawarkan kerjasama dalam pembangunan kereta cepat tersebut. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Metrotvnews.com, Jakarta: Menko Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan telah menunjuk konsultan kereta api cepat (high speed train/HST) Jakarta-Bandung.

"Kereta api Jakarta-Bandung sudah ditunjuk konsultannya dan dalam waktu seminggu ini hasilnya akan diperoleh," kata Darmin saat ditemui di Istana Negara, Jakarta, Rabu (19/8/2015).

Menurut Darmin, dari sekarang atau paling lama 10 hari menteri terkait akan menggelar rapat untuk mendengarkan laporan konsultan. Lalu menteri mengambil keputusan dan menyerahkan ke presiden.

Dia mengatakan, dalam penunjukkan konsultan ini sudah ada peraturan presiden yang diteken pada Selasa, 18 Agutus malam. Namun demikian, jelas Darmin, perpres tersebut bukan untuk konsultan.

"Bukan, bukan, bukan. Itu proses yang akan ditempuh, termasuk bahwa konsultan akan ditunjuk dan sebagainya. Dari Setkab katakan sudah," jelasnya.

Kajian dari konsultan hanya memakan waktu seminggu terhitung dari hari ini. Karena konsultan hanya membahas dan mengevaluasi feasibility study. Nantinya dari konsultan akan dibeberkan langsung ke tim, selanjutnya menko akan menggelar rapat.

"Langsung ke tim, kemudian menko membuat rapat. Sebenarnya pada waktu mereka selesai, kita akan rapat. Sekaligus menanyakan hal-hal lain yang dianggap perlu kepada konsultan. Nanti apa kesimpulan dari rapat koordinasi disampaikan ke presiden," beber Darmin.

Darmin menambahkan, dalam pemilihan konsultan ini akan melewati proses diskusi. Di mana pihaknya akan mengkaji dan memasukkan faktor yang diminta.

"Ada tugasnya kan. Anda ukur dengan ini dengan ini, soal teknologi, dan apanya dan harganya dan sebagainya. Kalau sudah benar semua yang dikerjakan ya sudahlah. Tapai kalau ada yang kurang tentu kita akan bahas. Saya lebih cenderung mengatakan, sepanjang mereka sudah mengerjakan sesuai dengan TOR yang disampaikan, kita akan mengikutinya," pungkasnya.


(AHL)