Polisi Amankan 36 Kilogram Sabu dari Jaringan WN Nigeria

Lukman Diah Sari    •    Kamis, 20 Aug 2015 14:10 WIB
narkoba
Polisi Amankan 36 Kilogram Sabu dari Jaringan WN Nigeria
Barang bukti sabu seberat 36,08 kilogram sabu. Foto: MTVN/Lukman Diah Sari

Metrotvnews.com, Jakarta: Aparat Polda Metro Jaya mengungkap jaringan narkoba yang dikendalikan warga Nigeria. Dari hasil pengungkapan tersebut, polisi mengamankan sabu senilai Rp56 miliar.

"Kami lakukan pengungkapan yang cukup besar, sebanyak 37 kilogram sabu," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (20/8/2015).

Tersangka kasus ini adalah wanita inisial YT alias AN, 28; warga Indonesia inisial DN, 38; dan warga Nigeria inisial CLN, 30. Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Eko Daniyanto mengatakan awal pengungkapan kasus ini pihaknya mengintai sebuah rumah di Ciledug, Tangerang.

"Di saat pengamatan, tiba-tiba keluar wanita inisial YT alias AN menggunakan sepeda motor ke luar dari perumahan," ujarnya.

Tim Subdit II Direktorat Narkoba membututi YT. 10 menit kemudian YT bertemu dengan DN dan memboncengnya menuju Mal CBD Ciledug. "Sampai di area parkir CBD Ciledug, YT menyerahkan plastik dan meninggalkan DN di parkiran," kata Eko.

Saat YT pergi, Tim Subdit II menggeledah DN dan menemukan satu kilogram sabu dibungkus plastik hitam. DN pun ditangkap. Tak lama setelah menangkap DN, polisi membututi dan menangkap YT.

"Selanjutnya dilakukan penggeledahan di Perumahan Karang Tengah, Ciledug. Ditemukan dalam tas ransel hitam ada sabu seberat 20 kilogram," katanya.

Dalam pemeriksaan, YT mengaku mendapat perintah dari seorang warga Malaysia untuk mengecek paket dari Guangzhou, Tiongkok melalui jasa ekspedisi di Jakarta Barat.

"Kita cek ekspedisi itu. Ada satu paket kiriman dari Guangzhou, paket berisi tas wanita. Tapi saat dibongkar, ada sabu di masing-masing tas ada empat plastik. Isinya 15,08 kilogram sabu."

Tiga hari kemudian, tim mendapat informasi ada wanita inisial VNT asal Vietnam akan mengambil paket kiriman dari Guangzhou tersebut. VNT pun ditangkap, namun statusnya saat ini masih saksi. "VNT diperintah CLN untuk mengambil paket," ujarnya.

CLN ditangkap di Gunung Geulis, Bogor. Ia berperan sebagai pengendali jaringan narkoba. Polisi menyita 93 kartu telepon yang diduga digunakan untuk menghubungi kurir. Para tersangka terancam hukuman mati. "Setiap telepon kurir, dia ganti terus. Ada juga pasport atas nama Veneta," tukanya.


(TRK)