Jokowi Minta Perbedaan Pendapat Pejabat Hanya di Ruang Rapat

Desi Angriani    •    Kamis, 20 Aug 2015 14:55 WIB
listrik
Jokowi Minta Perbedaan Pendapat Pejabat Hanya di Ruang Rapat
Sekretaris Kabinet Pramono Anung. (Foto: MI/Panca)

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo meminta seluruh jajaran menteri Kabinet Kerja menyelesaikan perbedaan pendapat di ruang rapat alias tidak untuk konsumsi publik.
 
“Walaupun saya tahu teman-teman media pasti berkeinginan dibuka di ruang publik, tetapi itu yang menjadi arahan Presiden maupun Wakil Presiden,” kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/8/2015).
 
Pramono menyebut, Presiden kemarin secara khusus sudah memanggil Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli. Jokowi menganggap perang kata-kata Rizal danWapres Jusuf Kalla sudah selesai. “Kemarin di sidang kabinet sudah bertemu. Presiden mengatakan sudah tidak ada apa-apa,” ujarnya.
 
Sebelumnya, Rizal mengklaim dirinya sudah berdamai dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Walau sempat ditegur, JK dan Rizal tak lagi saling serang usai sidang kabinet.
 
"Saya saja tadi sudah salaman kok sama Pak JK. Biasa saja," kata Rizal seusai menghadap Jokowi di Istana Negara, Rabu 18 Agustus.
 
Rizal mengaku perdamaian itu terjadi begitu saja di depan Presiden Joko Widodo. Ia mengaku menyapa JK di hadapan jajaran menteri Kabinet Kerja. "Di depan Presiden, salaman begini. Habis sidang kabinet, saya salam 'Hei Pak JK apa kabar'," tutur mantan menteri era Presiden Gus Dur itu.

Sebelumnya perseteruan antara Rizal Ramlli dan JK terjadi terkait proyek pembangkit listrik 35.000 megawatt. Rizal menilai proyek itu tidak realistis jika harus diselesaikan dalam lima tahun.
 
JK meminta Rizal memahami persoalan sebelum menyampaikan kritik. Menurutnya, pengadaan pembangkit listrik 35.000 megawatt masuk akal karena suatu kebutuhan.
 
"Tentu sebagai menteri, harus pelajari dulu sebelum berkomentar. Memang tidak masuk akal, tetapi menteri harus banyak akalnya. Kalau kurang akal pasti tidak paham itu memang. Itu kalau mau 50.000 megawatt pun bisa dibuat," kata Kalla di Kompleks Parlemen Jakarta, Senayan.
 
Rizal Ramli menantang kritikan yang dilontarkan JK yang menilai Rizal tak paham proyek tersebut. "Kalau mau paham, minta Pak Jusuf Kalla ketemu saya, kita diskusi di depan umum," kata Rizal di Kantor Presiden, Selasa 18 Agustus.
(FZN)