Eros Djarot: Pemimpin Harus Paham UUD 45

Renatha Swasty    •    Sabtu, 22 Aug 2015 14:55 WIB
nkri
Eros Djarot: Pemimpin Harus Paham UUD 45
Eros Djarot bersama Hatta Rajasa----Ant/Dhoni S

Metrotvnews.com, Jakarta: Banyaknya permasalahan bangsa yang tak kunjung usai bahkan terkesan makin carut marut, saat ini, disebut lantaran pemimpin di Indonesia tak paham dengan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Pemimpin bangsa dinilai perlu memahami dan menghayati, khususnya pembukaan UUD 1945 untuk memimpin bangsa.

"Kenapa kita perlu menghayati dan memahami pembukaan UUD 45, karena di situ pijakan dasar, ketidakmampuan pemimpin bangsa setelah Soekarno dalam menterjemahkan tiap alinea di UUD 45. Kegagalan ini konsekuensinya apa? ya keadaan carut marut sekarang," kata budayawan Eros Djarot dalam diskusi 'Refleksi Hari Kemerdekaan Indonesia, Memaknai Ulang Kemerdekaan Indonesia' di Kantor DPP Nasdem, Jala R.P. Soeroso, Jakarta Pusat, Sabtu (22/8/2015).

Eros mengatakan, setidaknya ada empat alinea dalam pembukaan UUD 45 yang harus dipahami pemimpin bangsa. Pertama, jelas Eros, pendiri bangsa ingin mengingatkan pada penerus bangsa tentang tata nilai yang dijunjung tinggi bangsa adalah kemerdekaan. Soekarno, kata Eros, menjadikan kemerdekaan sebagai the highest value, di mana dia berani berkorban apa saja agar negaranya merdeka.

Selanjutnya dalam alinea kedua, dia mengatakan, dititipkan catatan kecil bahwa dalam perjalanan bangsa, kemerdekaan tidak jatuh dari langit. "Tapi perjuangan panjang, sebagai titipan generasi selanjutnya. Kemerdekaan kita beli dengan darah dan air mata," tambah dia.

Pada alinea ketiga, lanjut dia, kemerdekaan Indonesia terjadi lantaran restu Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini penting, karena perjuangan tak lepas dari rahmat dan restu Yang Maha Kuasa.

Dan pada alinea keempat, lanjut Eros, kita diarahkan menjalani suatu hidup berbangsa dan bertanah air menggunakan pasal-pasal yang ada pada UUD 45.

"Kalau pemimpin tidak memahami yang dititipkan, ya seperti sekarang ini. Jadi kalau korupsi itu hanya akibat, kalau diberantas korupsinya enggak ada gunanya, jadi (ubah) mindsetnya, karena korupsi itu secara struktur sudah ada," tegas Eros.


(TII)