Pengumpul Besi Manfaatkan Puing Bekas Rumah Warga Kampung Pulo

Damar Iradat    •    Senin, 24 Aug 2015 12:17 WIB
penggusuran kampung pulo
Pengumpul Besi Manfaatkan Puing Bekas Rumah Warga Kampung Pulo
Seseorang tengah mengumpulkan besi bekas penggusuran rumah warga di Kampung Pulo, Jatinegera, Jaktim, Senin (24/8),--Foto: MTVN/Damar Iradat

Metrotvnews.com, Jakarta: Penggusuran di Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur, ternyata tidak selalu membawa duka. Bagi sebagian orang, penggusuran rumah-rumah warga bisa menjadi berkah.

Puing sisa pembongkaran rumah warga di Kampung Pulo dimanfaatkan dengan baik oleh para pengumupul besi bekas. Sedari pagi, mereka sudah banting tulang mencari sisa puing rumah warga yang tergusur.

Mafrudin, misalnya. Ia mengaku telah mengumpulkan barang dari sisa-sisa rumah warga sejak Sabtu kemarin.

"Udah dari hari Sabtu. Ini juga banyak teman-teman yang emang ngincer besi-besi bekas di sini," ucapnya kepada Metrotvnews.com, Senin (24/8/2015).

Besi-besi bekas hasil garapannya bakal dijual ke penadah. Menurutnya, keuntungan dari hasil jerih payahnya sudah cukup untuk mengisi perut yang keroncongan seharian.

"Sehari bisa dapat Rp40.000 sampai Rp50.000. Cukuplah buat makan tiga kali sehari," paparnya.

Sama halnya dengan Mafruddin, Saiful juga mengaku mencari peruntungan di reruntuhan bekas rumah-rumah warga. Pendapatannya kali ini bisa dikatakan cukup.

"Lumayan lebih besar dari hari-hari biasa. Kalau biasanya cuma dapat Rp30.000 sekarang sih bisa lebih dari segitu," katanya.

Kendati begitu, rasa iba juga menghinggapi perasaan Mafruddin dan Saiful kepada warga yang terkena relokasi. Menurutnya, mereka berdua pun akan sedih jika mengalami hal serupa.

"Pasti sedih juga. Saya bayangin kalau itu yang menimpa keluarga saya," ucap Saiful.

Seperti diketahui, Pemerintah DKI Jakarta telah merelokasi warga kampung Pulo dan menghancurkan rumah-rumah warga di bantaran Kali Ciliwung. Hal ini dilakukan lantaran agar mengurangi dampak bencana banjir tahunan Jakarta.

Total rumah yang akan dihancurkan sejak Kamis lalu ada sebanyak 519 rumah yang dihuni oleh 926 kepala keluarga. Para warga yang terkena relokasi kini telah menempati rumah susun sewa (rusunawa) Jatinegara Barat yang disediakan Pemprov DKI Jakarta.


(MBM)