Tony Q Rastafara: Masyarakat Terjebak Budaya Konsumtif

Agustinus Shindu Alpito    •    Senin, 24 Aug 2015 17:19 WIB
tony q rastafara
Tony Q Rastafara: Masyarakat Terjebak Budaya Konsumtif
Tony Q Rastafara (Foto:MI/Adam Dwi P)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pada semester dua 2015, kabar ekonomi diwarnai meroketnya nilai tukar dolar terhadap rupiah. Hingga Senin (24/8/2015) sore, nilai tukar dolar terhadap rupiah berada di angka Rp14.049.

Menurut seniman Tony Q Rastafara, persoalan ekonomi skala besar merupakan dampak sistemik dari mata rantai pola hidup masyarakat sehari-hari.

"Sebenarnya, persoalan ekonomi itu tugas pemimpin kita. Yang penting proyek besar manage negara harus dimulai dari personal, presiden, dan menteri memberi contoh nyata bagi rakyat. Ketika mereka menjadi contoh baik, masyarakat akan mengikuti," kata Tony Q saat ditemui di Bulungan, Jakarta Selatan, Senin (24/8/2015).

Sebagai bagian dari masyarakat, Tony mengakui bahwa masyarakat pada saat ini semakin konsumtif. Pola hidup itu pula yang memengaruhi roda perekonomian secara luas.

"Masyarakat sekarang ini digiring ke arah konsumtif. Masyarakat kita terjebak budaya konsumtif. Sebuah nafsu yang dipelihara. Dengan adanya kredit, misalnya. Kredit itu melatih orang jadi konsumtif. Itu salah satu faktor. Semua berkaitan seperti mata rantai," imbuh musisi reggae itu.

Tony bersama para seniman dari komunitas Bulungan yang kerap berkumpul di area Gelanggang Remaja Bulungan, Jakarta Selatan, baru saja merilis album bertajuk Akulah Sejarah.

Album yang disebut Tony tidak dikomersialkan itu memiliki misi mulia untuk mendengungkan lagi semangat nasionalisme lewat karya musik.
(ROS)