Panitera PTUN Medan Mengakui Terima US$2.000 dari Kaligis

Renatha Swasty    •    Selasa, 25 Aug 2015 15:42 WIB
kpk tangkap hakim ptun
Panitera PTUN Medan Mengakui Terima US$2.000 dari Kaligis
Tripeni Irianto yang ditangkap KPK lantaran menerima suap dari Kaligis----Ant/Hafidz Mubarak

Metrotvnews.com, Jakarta: Panitera Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan Syamsir Yusfan mengakui dirinya mendapat ribuan dollar dari pengacara O.C. Kaligis. Duit diberikan lantaran Syamsir kerap mempertemukan Kaligis dengan Hakim Ketua PTUN Medan Tripeni Irianto Putro.

"Pada dasarnya dia sudah akui semua sih. Dia mengakui sudah menerima uang itu dan dia bertanggung jawab apa yang sudah dia lakukan," kata kuasa hukum Syamsir, Jhon Elly, di Gedung KPK, Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (25/8/2015).

Jhon mengaku, Syamsir dua kali mendapat fulus. Pertama, diserahkan langsung oleh Kaligis; dan Kedua, diserahkan anak buah Kaligis, M Yagari Bhastar alias Gerry.

"Ya OCK, kemudian yang kedua Gerry yang ngasih. Pertama seribu (dollar), kedua juga seribu (dollar)," beber Jhon.

Menurut John, uang itu diberikan setelah Syamsir mempertemukan Kaligis dengan Tripeni. Saat itu, kata Jhon, Kaligis kerap meminta bertemu dengan Tripeni.

"Kebetulan memang setelah beberapa kali dia mempertemukan itu Pak OC menitipkan uang sama dia. Tapi, dia sebenarnya tidak tahu tujuannya itu. Yang dia lihat ada duit, diambil," pungkas dia.

Terbongkarnya suap di PTUN Medan dimulai dari kasus Dana Bantuan Sosial dan Bantuan Daerah Bawahan (BDB) Sumatera Utara tahun anggaran 2012 dan 2013 menyeret mantan Kabiro Keuangan Sumut Ahmad Fuad Lubis. Kasus itu disidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

Kasus ini sudah diputus bebas di Pengadilan Tinggi Sumatera Utara. Berbekal putusan PT Sumut, Ahmad Fuad Lubis balik memperkarakan Kepala Kejaksaan Tinggi atas kasus yang menyeretnya melalui Pengacara M. Yagari Bhastara alias Gerry dari kantor pengacara O.C. Kaligis.

Ahmad menggugat kewenangan penyelidikan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dalam perkara tersebut ke PTUN. Perkara ini dipegang Ketua PTUN Tripeni Irianto Putro dan Hakim Amir Fauzi, dan Hakim Dermawan Ginting. Ahmad Fuad Lubis pun diputus menang dalam gugatan di PTUN.

Rupa-rupanya, putusan Tripeni berbau amis. Usai membacakan putusan, Tripeni dan dua hakim, Gerry, serta panitera Syamsir Yusfan yang juga menjabat Sekretaris PTUN Medan, dicokok KPK pada Kamis 9 Juli lalu.

Saat penangkapan, penyidik KPK mengamankan USD15 ribu dan SGD5 ribu dari Ruangan Ketua PTUN Medan. Diduga kuat, mereka menerima uang suap yang diantarkan Gerry, pengacara Ahmad Fuad.


(TII)