Khawatir soal Tiongkok, Wall Street Ambles Lagi

Ade Hapsari Lestarini    •    Rabu, 26 Aug 2015 07:45 WIB
wall street
Khawatir soal Tiongkok, Wall Street Ambles Lagi
Ilustrasi aktivitas di bursa Wall Street -- FOTO: Reuters/Brendan McDermid

Metrotvnews.com, New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) berjalan reli dan berakhir dengan kerugian yang mendalam karena investor kembali mengkhawatirkan tentang ekonomi Tiongkok.

Sehingga kondisi tersebut membuat pasar saham AS tercatat mencetak valuasi yang rendah. Bahkan, dalam sesi perdagangan yang dramatis, indeks utama berubah negatif di menit akhir perdagangan setelah sebelumnya naik hampir tiga persen.

Reuters melansir, Rabu (26/8/2015), investor mengkhawatirkan bahwa perlambatan di Tiongkok bisa membuat pertumbuhan ekonomi global pincang. Di mana kekhawatiran itu timbul setelah Tiongkok memangkas suku bunga untuk kedua kalinya dalam dua bulan.

Pemangkasan tersebut muncul setelah saham Tiongkok merosot delapan persen, di mana pada perdagangan sebelumnya sempat menuruh sebesar 8,5 persen.

"Orang-orang masih gugup tentang kondisi di luar negeri dan apa yang mungkin terjadi malam ini. Tak seorang pun hanya sekadar ingin duduk-duduk saja dan melihat apa yang terjadi," kata manajer portofolio di Kingsview Asset Management, Paul Nolte.

Penurunan saham di Wall Street diikuti kerugian curam, ketika Dow Jones industrial average .DJI meluncur lebih dari 1.000 poin di posisi terendah dan benchmark S & P 500 mencatat hari terburuknya sejak 2011.

Dalam sepekan terakhir, S & P telah kehilangan 11 persen. Sementara Dow Jones telah jatuh 10,5 persen selama lima sesi terakhir, menandai lima hari kejatuhan terbesar sejak Agustus 2011.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 204,91 poin atau 1,29 persen menjadi 15.666,44. Sedangkan S & P 500 melemah 25,59 poin atau 1,35 persen menjadi 1.867,62, dan Nasdaq Composite turun 19,76 poin atau 0,44 persen ke 4.506,49.

Sebelumnya, S & P sempat naik sebanyak 2,9 persen, Dow Jones sebanyak 2,8 persen, serta Nasdaq naik sebanyak 3,6 persen. Di sisi lain, JPMorgan memangkas target akhir tahun untuk S & P 500 ke 2.150 dari 2.250.


(AHL)