Polda Metro Dalami Pernyataan Menko Rizal Ramli

Damar Iradat    •    Rabu, 26 Aug 2015 15:07 WIB
dwelling time
Polda Metro Dalami Pernyataan Menko Rizal Ramli
Kapolda Metro Jaya, Irjen Tito Karnavian/Metrotvnews.com/Denny Irwanto

Metrotvnews.com, Jakarta: Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian mangatakan akan mendalami pernyataan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli soal penumpukan kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok. Jika ada indikasi korupsi seperti sebelumnya, polisi akan segera bertindak.

"Sedang masuk tahap lidik kita. Belum bisa saya komentar. Polda sedang melaksanakan penyelidikan kemungkinan adanya informasi. Menindaklanjuti informasi penumpukan itu tadi," jelas Tito di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (26/8/2015).

Tito mengaku mendapat banyak informasi dari berbagai kalangan seperti warga, pengusaha, maupun kementerian. "Kalau ada (dugaan korupsi) kita tindak, kalau tidak ada ya berhenti," jelasnya.

Sehari sebelumnya, Menko Rizal menuding Pelindo II sengaja membiarkan kontainer menumpuk di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Menurutnya, dari penumpukan kontainer, Pelindo II dapat keuntungan besar.

"Biaya penyimpanan kontainer di Tanjung Priok itu murah banget dibanding kontainer disimpan di luar di gudang-gudang swasta," tegas Rizal.

Rizal menganggap hal ini sengaja dilakukan. Bahkan keuntungan dari penumpukan bisa mencapai triliunan rupiah.

"Nah Pelindo memang senang juga kalau kontainernya tetap di situ. Karena bayar kan. Walaupun murah, tapi hitung-hitunganan dari tim kami, Pelindo II dapat Rp1 triliun itu kalau lama," katanya.

Biaya penyimpanan kontainer di pelabuhan saat ini sangat murah, yaitu Rp27.500 per hari/kontainer 20 feet. Sebab itu, Pemerintah berniat untuk menaikan biaya penyimpanan kontainer sebagai upaya mengurangi penumpukan barang.


(MBM)