Krisis Ekonomi

Malaysia Bentuk Tim Khusus Penyelamatan Ekonomi

Fajar Nugraha    •    Rabu, 26 Aug 2015 15:25 WIB
malaysia
Malaysia Bentuk Tim Khusus Penyelamatan Ekonomi
Nazir Razak, adik PM Malaysia Najib Razak, menjadi anggota JKE. FOTO: Bloomberg

Metrotvnews.com, Kuala Lumpur: Krisis yang melanda Malaysia ditanggapi dengan cepat oleh pemerintah. Mereka membentuk tim khusus penyelamatan ekonomi.

Jawatankuasa Khusus Ekonomi (JKE) berisi dari 10 tokoh ekonomi ternama Malaysia. Salah satu anggotanya adalah adik bungsu dari Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak, yakni Nazir Razak.

Nazir selama ini dikenal sebagai CEO CIMB, yang merupakan bank terbesar kedua di Negeri Jiran. Menarik melihat kiprah Nazir, karena selama ini dia dikenal sebagai pengkritik keras lembaga 1Malaysia Development Berhard (1MDB). Lembaga tersebut sebelumnya dituduh mengalirkan dana ke rekening pribadi PM Najib.

Sementara para anggota JKE lainnya termasuk Direktur Khazanah Nasional Tan Sri Azman Mokhtar, CEO Maybank Datuk Seri Farid Alias, CEO RAM Holding Datuk Seri Dr K. Govindan, serta Wakil Konsuler National University of Malaysia Prof Datuk Dr Noor Azlan Ghazali.

"Keputusan untuk membentuk JKE didasarkan pada kebutuhan pemerintah untuk mengembangkan dan mengimplementasikan strategi langkah cepat dan langkah ke depan untuk menjamin keberlangsungan ekonomi Malaysia," ujar PM Najib, seperti dikutip The Star, Rabu (26/8/2015).

JKE akan melakukan pertemuan setidaknya setiap minggu untuk membahas masalah seperti nilai mata uang ringgit, stabilitas pasar keuangan dan menjaga keyakinan investor. Komite ini akan memberikan laporan langsung kepada PM Najib.

Hingga perdagangan Rabu (26/8/2015) siang waktu setempat, ringgit turun pada tingkat terburuknya selama 17 tahun terakhir terhadap dolas Amerika Serikat (AS). Pada sesi penutupan siang, ringgit dilaporkan turun hingga 4,24 per dolar AS.

Lembaga JKE sendiri juga dibentuk agar aliran investasi asing tidak lari keluar dari Malaysia. Mereka harus berupaya keras agar perekonomian Malaysia kembali normal.


(AHL)