Anggota Komisi VII Usulkan Asumsi ICP USD50/ Barel di 2016

Suci Sedya Utami    •    Rabu, 26 Aug 2015 16:03 WIB
minyak mentah
Anggota Komisi VII Usulkan Asumsi ICP USD50/ Barel di 2016
Ilustrasi. FOTOReuters/Max Rossi

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi VII DPR RI menggelar rapat kerja dengan Menteri ESDM membahas mengenai asumsi makro dalam bidang migas, Rabu (26/8/2015).

Anggota Komisi VII DPR Fraksi Partai Nasional Demokrat, Kurtubi menilai  asumsi harga minyak mentah indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) dalam usulan RAPBN 2016 sebesar USD60 per barel tidak sesuai dengan kondisi harga minyak dengan fluktuasi harga yang sering berada dibawah USD50 per barel.

Kurtubi pun mengusulkan untuk merevisi angka asumsi IPC dalam RAPBN 2016 ke arah yang lebih rendah. Menurut dia tidak ada prediksi yang tepat dalam melihat kondisi harga minyak dunia.

"Saya pribadi mengusulkan maksimal ICP USD50 per barel," kata Kurtubi dalam rapat kerja di ruang rapat Komisi VII DPR, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (26/8/2015).

Kurtubi menjelaskan, selama negara OPEC tidak mengurangi suplai minyak, harga minyak dunia akan terus menurun. Dia memprediksi akan turun saat terbentuk di bawah biaya produksi lapangan utama, bisa jadi saat harga minyak dunia USD10 per barel.

"Tapi ada faktor lain yakni persoalan geopolitik," jelas dia.

Tak hanya Kurtubi, Anggota Komisi VII Fraksi PKS, Rhamson Siagian menambahkan jika mau realistis, trennya ICP tahun depan tak akan lewat dari USD50 per barel.


(SAW)