Tutup Lokalisasi, Mensos Ajak Pemda Gandeng Akademisi

LB Ciputri Hutabarat    •    Rabu, 26 Aug 2015 16:38 WIB
psk
Tutup Lokalisasi, Mensos Ajak Pemda Gandeng Akademisi
Menteri Sosial Khofifah Indarparawansa. (Antara/Fanny).

Metrotvnews.com, Palangkaraya: Pemerintah daerah diminta mengajak akademisi untuk menyelesaikan masalah lokalisasi, khususnya di Kalimantan Tengah. Penutupan harus berdasarkan hasil riset penelitian, bukan berdasarkan subjektivitas seseorang.
 
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa meminta Pemda Kalteng mencontek tehnik Pemda Sentani dalam menutup lokalisasi baru-baru ini. "Tanggal 21 kemarin, Sentani baru menutup 3 lokalisasi. Itu atas inisiasi daerah, terutama dari kaum akademis," kata Menteri Khofifah di Jalan Tjilik Riwut, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Rabu (26/8/2015).
 
Khofifah menjelaskan, penutupan berjalan mulus karena diusulkan oleh akademisi dari Universitas Cendrawasih. Dengan menggunakan riset akademisi, masyarakat setempat menilai usul tersebut adil karena sudah dikaji terlebih dahulu.
 
"Ditutupnya berdasarkan hasil riset penelitian. Jadi bukan berdasarkan subjektivitas seseorang tapi objektivitasnya dari yang handal dan terpercaya," katanya.
 
Sebelumnya, Pejabat Gubernur Kalimantan Tengah, Hadi Prabowo menyebutkan, tingakat Pekerja Seks Komersial (PSK) terus meningkat beberapa waktu terakhir. Hadi meminta pemerintah pusat membangun Panti Sosial di daerah Kalimantan Tengah.
 
"Jumlah PSK di warung remang-remang meningkat. PSK itu berasal dari lokalisasi lain yang sebelumnya sudah ditutup. Jadi kami meminta panti rehabilitasi dapat di tambah untuk di regional kami," ujarnya.


(FZN)