Cerita Perajin Tempe Kala Harga Kedelai Tinggi

Pythag Kurniati    •    Rabu, 26 Aug 2015 19:14 WIB
rupiah melemah
Cerita Perajin Tempe Kala Harga Kedelai Tinggi
Tugiyem tengah membuat tahu dan tempe di rumahnya, Solo, Jawa Tengah. (Metrotvnews.com/Pythag Kurniati)

Metrotvnews.com, Surakarta: Dampak kenaikan harga kedelai impor dirasakan oleh Ari Gunanto, salah seorang pengusaha tempe di kampung Krajan, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Surakarta (Solo), Jawa Tengah. Penghasilannya berkurang drastis sejak harga kedelai impor naik. 

“Penghasilan berkurang cukup besar. Mungkin mencapai 40 hingga 50 persen. Terasa sekali,” ujar Ari, Rabu (26/08/2015).

Harga kedelai impor, menurut Ari, naik beberapa kali. Awalnya per kilo Rp6.350, lalu Rp6.700 dan terakhir naik lagi menjadi Rp7.200 per kilogram. Namun, Ari tetap memilih menggunakan kedelai impor karena kualitas yang lebih baik, lebih bersih dan stok selalu tersedia.

Kendati harga bahan baku naik, Ari tidak mengurangi produksi tempe di pabrik kecilnya. Setiap hari, Ari tetap mengolah sekitar tujuh kwintal kedelai. Ari pun tidak memilih cara yang ditempuh oleh sebagian produsen tempe, yakni mencampur kedelai lokal dengan kedelai impor.

"Takutnya nanti pada lari ke produsen lain kalau saya campur,” kata Ari seraya bilang membanderol tempe seharga Rp500 hingga Rp1.600, dan dipasarkan di kawasan Solo Raya.
 
Untuk menyiasatinya, Ari memilih menaikkan harga maupun mengurangi sedikit komposisi kedelai pada tempenya. Ari menuturkan ada dua proses pembuatan tempe di pabrik kecilnya. Yakni secara manual dan mesin. "Kalau yang pakai mesin sudah tidak bisa dikurangi kedelainya karena cetakannya sudah paten," ujarnya.

Ari berharap harga kedelai impor dapat kembali normal, mengingat dia juga harus memberikan gaji kepada 22 orang karyawan. 

Sedangkan salah seorang pengusaha tahu di Kota Solo, Tugiyem, 63, mengaku pasrah dan tidak akan menaikkan harga meski harga bahan baku naik. "Soalnya penjual lainnya tidak menaikkan. Keuntungan jelas berkurang," jelas Tugiyam saat ditemui di rumahnya.


(SAN)