Tanggapi Cuitan SBY, Istana: Pemerintah Telah Berupaya Hadapi Pelemahan Ekonomi

Desi Angriani    •    Rabu, 26 Aug 2015 20:16 WIB
rupiah melemah
Tanggapi Cuitan SBY, Istana: Pemerintah Telah Berupaya Hadapi Pelemahan Ekonomi
Menteri Sekretaris Negara Pratikno - MI/Panca Syurkani

Metrotvnews.com, Jakarta: Istana menegaskan, pemerintah telah berupaya keras menghadapi pelemahan ekonomi global. Hal itu menanggapi cuitan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), pada akun @SBYudhoyono, kemarin.

"Ya kita merasa bahwa harus hati-hati dan pemerintah telah berupaya keras," ujar Menteri Sekretaris Negara Pratikno di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (26/8/2015).

Menurut Pratikno, upaya meminimalisir dampak krisis global itu tak hanya dilakukan pemerintah pusat. Melainkan juga pemerintah daerah, BUMN, pelaku usaha, dan para ekonom.

"BI juga telah berusaha kita tahu semua dan semua pihak seluruh komponen kabinet juga bekerja keras untuk mengantisipasi hal tersebut," ungkap dia.

Ditegaskannya, kondisi tersebut sudah disadari pemerintah sejak lama. Bahkan segala macam upaya dan rencana-rencana sudah disiapkan kabinet Jokowi-JK.

"Upaya sudah terus dilakukan nanti detilnya pak Menko Perekonomian ya yang bisa menjelaskan. Saya kira itu," pungkas mantan Rektor UGM ini.

SBY melalui akun @SBYudhoyono, pada Selasa (25/8/2015) menyarankan pemerintah bekerja dengan fokus menghadapi gejolak perekonomian global. SBY mengingatkan pemerintah bahwa perkembangan ekonomi Tanah Air berada di zona kuning.

"Negara-negara Asia harus sungguh menyadari bahwa perkembangan ekonomi sudah "lampu kuning". Cegah jangan sampai "merah"," kata Presiden ke-6 RI ini.

SBY mengingatkan, pemerintah harus bisa memetik pelajaran dari krisis Asia 1998 dan krisis ekonomi global 2008. Dia mengatakan, selalu ada contagion effect dan faktor eksternal dan internal. "Aksi nasional, termasuk solusi dan kebijakan harus efektif. Perlu pula regional policy coordination. Gunakan kerangka ASEAN & ASEAN+," tulis SBY lagi.


(REN)