Gerebek Rumah Mewah, Polisi Amankan 260 Ekstasi , 11 Laptop, dan 30 Routers

Roni Kurniawan    •    Kamis, 27 Aug 2015 14:06 WIB
narkoba
Gerebek Rumah Mewah, Polisi Amankan 260 Ekstasi , 11 Laptop, dan 30 <i>Routers</i>
Kabareskrim Polri Komjen Budi Waseso saat memberikan keterangan di tempat kejadian perkara. (Metrotvnews.com/Roni Kurniawan)

Metrotvnews.com, Bandung: Mabes Polri menunjukkan 2,5 kilogram sabu-sabu, 260 pil ekstasi, 60 telepon genggam, 11 komputer jinjing, 30 router, dan barang bukti lainnya. Alat yang digunakan untuk kejahatan itu beberapa di antaranya ditemukan saat operasi penggerebekan di rumah mewah di perumahan Setra Duta, Jalan Setra Duta Raya E-3 No 8, Desa Ciwaruga, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. 

"Kami berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya sabu seberat 2,5 kilogram, 160 butir psikotropika dan satu set alat hisap," ujar Kabareskrim Polri Komjen Budi Waseso sewaktu memberikan keterangan pers di tempat kejadian perkara, Kamis (27/8/2015).

Polisi juga mengamankan barang bukti lain yang diduga terkait kejahatan dunia maya (cyber crime). "Ada 11 unit laptop, 27 unit telepon, 30 unit router yang merupakan sambungan untuk internet. Terus 10 unit kalkulator, 15 buku berisi rekapan, enam handie talkie, 60 unit HP, 27 unit meja dan kursi kerja, dan 192 paspor dari Taiwan, Tiongkok, Vietnam dan Mongolia," tuturnya.

Selain itu, petugas pun mengamankan empat CCTV yang berada di empat titik di rumah yang diduga menjadi sarang narkoba dan kejahatan maya. Polisi menggerebek rumah tersebut kemarin (Rabu, 26/8/2015).

Terbongkarnya jaringan peredaran narkoba yang dikendalikan di rumah mewah berawal saat petugas menangkap kurir narkoba jenis sabu di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, pada 22 Agustus 2015. Tim operasi gabungan Polri, Bea Cukai, Imigrasi dan analis IT membekuk warga Taiwan Chen Hsin Chieh dan satu warga negara Indonesia yakni Harry Gandhy. Kala itu, petugas mengamankan barang bukti 2,5 kilogram sabu.

Kedua tersangka mengaku sebagai suruhan Lim Chandra Sutioso. Petugas bergerak pada 23 Agustus 2015 untuk membekuk Lim Chandra di Komplek Ruko Grand Ancol, Pademangan, Jakarta Utara. Saat itu, aparat menyita barang bukti berupa 192 paspor WNA asal asal Taiwan, China, Vietnam dan Mongolia.


(SAN)