Bangun Infrastruktur, PP Minta Suntikan Modal Rp2 Triliun Tahun Depan

Suci Sedya Utami    •    Jumat, 28 Aug 2015 00:21 WIB
bumn
Bangun Infrastruktur, PP Minta Suntikan Modal Rp2 Triliun Tahun Depan
Pekerja menyelesaikan pembangunan ruas jalan tol Kartasura-Karanganyar pada proyek pembangunan jalan tol Solo-Kertosono yang melintasi Desa Jatikuwung, Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu (25/7). Pihak kontraktor proyek dari Perusahaan konstruksi PT Pembangun

Metrotvnews.com, Jakarta: Perusahaan konstruksi dan investasi milik negara PT Pembangunan Perumahan (Persero) mengajukan permohonan penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp2 triliun. Suntikan dana ini akan digunakan untuk mendanai beberapa proyek infrastruktur tahun depan.

Hal ini disampaikan Direktur Utama PT PP Bambang Triwibowo dalam memaparkan rencana bisnis perusahaannya dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI, Kamis (27/8/2015).

Selain mengandalkan PMN, Bambang menjelaskan perseroan juga bakal menerbitkan saham baru (right issue) Rp1,9 triliun agar kepemilikan saham yang dipegang pemerintah tidak ter-delusi sehingga tetap 51 persen. Dana-dana tersebut nantinya akan digunakan untuk mengembangkan dan membangun pelabuhan, membangun kereta cepat (high speed train) Jakarta-Bandung dan juga jalan tol.

Di bidang pelabuhan PT PP akan melakukan pengembangan dan pembangunan pelabuhan Kawasan Industri Kuala Tanjung dan pelabuhan Multiguna Terminal Kuala Tanjung.  "Untuk Kuala Tanjung, total investasi Rp8 triliun dimana porsi kita mengerjakan yakni 35 persen atau Rp2,8 triliun," kata Bambang.

Sementara itu, PT PP juga terlibat dalam pembangunan sejumlah ruas tol baru. Antara lain ruas tol Balikpapan-Samarinda dengan investasi Rp8,4 triliun dan porsi PP 15 persen atau Rp1,26 triliun; ruas tol Pandaan-Malang di mana porsi PP 25 persen dari proyek atau Rp987 miliar; ruas tol Manado-Bitung dengan total investasi Rp3,3 triliun porsi PP 15 persen atau Rp495 miliar; ruas tol Medan Kualanamu-Tebing Tinggi dengan total investasi Rp4 triliun dimana PP memiliki porsi 15 persen atau Rp611 miliar; ruas tol Batang-Semarang dengan total investasi Rp7,5 triliun porsi PP 25 persen atau Ro1,87 triliun; dan 6 ruas tol dalam kota Jakarta dengan total investasi Rp41,7 triliun porsinya 3 persen atau Rp1,25 triliun.

Tak hanya itu, tahun depan PT PP juga ikut dalam proyek Kereta Cepat (High Speed Train) Jakarta-Bandung. Dalam proyek ini PT PP memiliki share sebesar 5 persen dengan nilai investasi sebesar Rp3 triliun. 

Bambang mengungkapkan dengan suntikan modal dari PMN, perseroan akan mampu meningkatkan kemampuan perusahaan dalam melaksanakan proyek berskala besar di bidang infrastruktur. "PMN bisa memperkuat permodalan sehingga dapat me-leverage kemampuan pendanaan Perseroan," ujar Bambang.

Bambang memproyeksi pendapatan perseroan akan memiliki Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 19 persen selama 5 tahun dibandingkan tanpa PMN yang hanya 14 persen.


(SUR)