PNS DKI Bela Pungli Parkir di Gedung DPRD

LB Ciputri Hutabarat    •    Selasa, 01 Sep 2015 17:49 WIB
parkir liarpungli
PNS DKI Bela Pungli Parkir di Gedung DPRD
Parkir motor di basement 3 Gedung DPRD DKI. (Foto: MTVN/LB Ciputri Hutabarat)

Metrotvnews.com, Jakarta: Ternyata tak semua PNS DKI protes terkait keberadaan juru parkir (jukir) liar di area parkir basement Gedung DPRD DKI Jakarta. Malahan, keberadaan jukir dianggap sebagai bala bantuan bagi sebagian PNS.
 
"Saya terbantu diparkirin, kalau buru-buru motor saya dibenerin (posisinya)," kata salah satu PNS wanita kepada Metrotvnews.com saat ditemui di Basement DPRD DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2015).
 
Biasanya, ia memberikan uang Rp2 ribu secara sukarela kepada jukir saat mengeluarkan motor. Meski tak ada aturan tertulis, wanita berkerudung itu tak masalah merogoh kocek Rp2.000 saban hari.
 
"Enggak pernah dipaksa, kasihan saja sebagian (tukang parkir) tidur di sini. Saya kasih, ya kasih saja, enggak ada paksaan," ujarnya.
 
Ia mengaku, pernah meninggalkan motor di area parkiran semalaman. Dia menitipkan motor kepada juru parkir yang ia kenal. Dia mengaku sudah mengenal baik sekitar 4 sampai 5 jukir di situ.
 
"Alhamdullilah saya enggak pernah ada kehilangan satu barang. Bahkan ini (motor) pernah saya inapin di sini aman kok," katanya.
 
Di tempat yang sama, pantauan Metrotvnews.com, masih ada praktik pungli parkir saat pengemudi motor keluar area parkir. Bahkan saat wartawan mendekati terlihat kata-kata penolakan dari jukir. "Mau ngapain, sana sana sana," ujar salah satu jukir.
 
Staf Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD DKI meraup untung Rp17 juta dalam sebulan. Uang itu didapat dari hasil pengutan liar (pungli) parkir di basement Gedung DPRD. Sejatinya, parkir di gedung pemerintah itu gratis.
 
Kepala Biro Umum Agustino Darmawan mengatakan, pihaknya telah memanggil juru parkir yang selama ini dipekerjakan oleh onum PNS Sekwan. Dari pengakuan mereka, dalam sehari pendapatan yang mereka kumpulkan mencapai Rp850 ribu.
 
"Mereka mengaku tiap hari dapat Rp700.000 dari sepeda motor. Kalau mobil dapat Rp150.000. Uangnya dibagi-bagi, sisanya disetor," katanya.


(FZN)