Sekilas Sejarah Sign Post Forest

   •    Minggu, 30 Jun 2013 20:42 WIB
Sekilas Sejarah Sign Post Forest
Ride for Peace

Metrotvnews.com, Yukon: Sign Post Forest merupakan salah satu tempat paling menarik bagi wisatawan manca negara yang berada di kawasan Watson Lake, Yukon, Kanada. Tempat ini menjadi menarik karena terdapat sebuah daerah, di mana begitu banyak menempel tanda nomor kendaraan dan petujuk arah dari berbagai negara di dunia hingga menyerupai 'hutan plat nomor'.

Sign Post Forest dimulai pada 1942 oleh terknisi serdadu AS Carl K Lindley. Saat itu dia rindu terhadap kampung halaman karena harus bekerja membangun jalan Alaska Highway semasa Perang Dunia II.

Jalan tersebut dibangun untuk menghubungkan Alaska dengan negara bagian ke-48 AS. Jalur yang dimulai dari titik '0' di Dawson Creek, British Columbia itu berakhir di Delta Junction, Alaska.

Lindley mengawali menempel pelat 'Danville, Illinois, 2835 miles' di daerah tersebut hingga kemudian diikuti banyak orang. Pada 20 Juli 1990 pasangan Olen dan Anita Walker menempatkan sebuah pelat Ohio sebagai tanda ke 10.000.

Lindley dan istrinya bahkan pernah mengunjugi Sign Post Forest pada 1992, 50 tahun setelah usai Perang Dunia II.

Sekilas Ride for Peace

Jeffrey Polnaja telah memulai perjalanan keliling dunianya di Eropa, tepatnya di Paris, Perancis sejak 27 April tahun silam. Perjalanannya sempat terhambat karena kehilangan sepeda motor di Amsterdam, Belanda pada 3 Mei 2012.

Perjalanan Jeffrey kali ini merupakan penjelajahan keliling dunia seorang diri yang kedua dengan sepeda motor. Sebelumnya, pada tahun 2006 hingga 2008, Jeffrey telah menaklukkan 72 negara mulai dari Asia, Timur Tengah, Afrika, dan Eropa.

Pada kesempatan kedua ini, Jeffrey mengemban misi 'Ride for Peace - Solo Riding Exploring Five Continents on Two Wheels'. Pelepasan Jeffrey telah dilakukan di Jakarta pada 23 April 2012.

Rencananya, Jeffrey akan berkelana sejauh 220.000 kilometer melintasi beberapa negara di Eropa, Amerika Utara, Amerika Tengah, Amerika Selatan dan Australia. Tak kurang dari 30 negara akan disinggahi, mulai dari Perancis, Belgia, Belanda, Jerman, Skandinavia, Polandia, Rusia, Korea Selatan, Jepang, Kanada, Amerika Serikat, Meksiko, Kuba, Kolombia, Nikaragua, Bolivia, Brasil, Argentina, Peru, Selandia Baru, Australia, dan Timor Leste. Jeffrey direncanakan tiba kembali di Jakarta secepatnya pada tahun 2015. (RO)