Lima Saran untuk Mengatasi Lesunya Ekonomi

Gervin Nathaniel Purba    •    Rabu, 02 Sep 2015 15:19 WIB
ekonomi indonesia
Lima Saran untuk Mengatasi Lesunya Ekonomi
Pembangunan ekonomi. MI/RAMDANI

Metrotvnews.com, Jakarta: Ekonom Indef Didik Rachbini memberikan lima saran kepada pemerintah untuk mengatasi kondisi perekonomian Indonesia yang sedang melemah. 

"Pertama, kondisi psikologis politik ekonomi perlu diperbaiki mulai dari parlemen hingga Presidennya, Jokowi. Ini akan merembet ke kondisi ekonomi. Kurangi problem, jangan sampai ada silang pendapat di internal yang membuat bingung media," ujar Didik, ketika ditemui di Kantor Indef, Jakarta, Rabu (2/9/2015).

Kedua, tambah dia, pemerintah harus bisa mengantisipasi fluktuasi global yang mengganggu perekonomian nasional. Pemerintah diimbau harus bisa mengamati dan memahami fluktuasi yang bergerak tidak stabil. 

"Harus tahu cuacanya, frekuensi berubah-ubah. Contohnya harga minyak dulu USD100 per barel sekarang sekitar USD38 per barel," kata Didik. 

Ketiga, ia meminta Presiden Joko Widodo untuk bisa mengurangi jumlah pemutusan hubungan kerja (PHK). Dia menyarakan Indonesia bisa mengambil contoh negara Jerman Timur dalam mengatasi krisis 20 tahun silam.

"Contoh di Jerman Timur untuk selesaikan krisis ada perubahan, pengusaha baru ambil dari mulai tanah, mesin secara gratis. Tetapi sekarang angka pengangguran satu kuartal 300.000 dan ini sudah terdalam," kata dia.
Ia meminta ekspor Indonesia yang masih berupa bahan mentah harus segera diperbaiki industrinya. Menurutnya, sumber krisis berasal dari industri yang menyebabkan harga komoditas kian merosot.

"Ekspor kita berbasis sumber daya alam, separuhnya masih berupa bahan mentah seperti komoditas sawit dan karet. Nah itu harus diperbaiki industrinya. Separuh ekspor kita berasal dari bahan mentah. Ekspor kita persis seperti kondisi ekonomi 2008," jelas Didik. 

Saran terakhir, Didik meminta Pemerintah untuk mengurangi impor yang tidak perlu. Bahkan menurutnya impor yang tidak berguna itu seharusnya tidak usah dikeluarkan dari pelabuhan.
“Impor yang dikurangi seperti mainan anak-anak dan sampah komestik. Jika lima semua itu diperbaiki maka akan bisa berubah nasib Indonesia," pungkas dia.



(SAW)