AMD vs NVIDIA di DirectX 12, Siapa yang Menang?

Riandanu Madi Utomo    •    Rabu, 02 Sep 2015 17:34 WIB
windows 10
AMD vs NVIDIA di DirectX 12, Siapa yang Menang?
Siapakah yang menang dalam pertarungan grafis di DirectX 12? (gambar: dsogaming.com)

Metrotvnews.com: Microsoft sudah merilis Windows 10 sejak akhir Juli lalu. Sistem operasi terbaru ini tergolong sukses dan telah tertanam di lebih dari 75 juta perangkat. Kesuksesan tersebut menandakan bahwa Windows 10 akan segera mendominasi pasar sistem operasi dunia.

Windows 10 banyak diminati karena menghadirkan berbagai fitur baru, salah satunya adalah DirectX 12 yang telah cukup lama dinanti para gamer PC. Mengapa DirectX 12 sangat istimewa?

Menurut artikel yang dirilis Ars Technica, DirectX 12 merupakan sebuah Application Programming Interface (API) grafis yang benar-benar baru. DirectX 12 sangat berbeda dengan para pendahulunya, terutama dengan DirectX 11. Hal tersebut terlihat dari bagaimana DirectX 12 bekerja dalam memproses data-data grafis.



DirectX 12 memiliki fitur Async Compute yang memungkinkan proses grafis dilakukan secara paralel. Kelebihan dari proses paralel adalah mempercepat waktu rendering dari sebuah frame, sehingga dapat mengurangi latency dan framerate pada tampilan grafisnya. Pada DirectX 11, proses dilakukan secara beruntut, mulai dari membuat bayangan, mengunggah data dari prosesor, hingga akhirnya mensimulasikan efek physics.

DirectX 12 memangkas proses tersebut dan membaginya menjadi beberapa kategori. Setiap kategori proses tersebut kemudian diolah secara bersamaan, sehingga akan memangkas waktu rendering secara keseluruhan.

Lalu apakah semua kartu grafis telah mendukung DirectX 12? AMD mengatakan, seluruh kartu grafisnya yang menggunakan teknologi Core Graphic Next (CGN) telah mendukung DirectX 12, sedangkan NVIDIA mengatakan bahwa seluruh kartu grafisnya yang menggunakan GPU Fermi ke atas telah mendukung DirectX 12. Apakah semua kartu grafis dapat memperoleh kenaikan performa?



Secara teori, jawabannya adalah ya. Jika semua kartu grafis telah mampu melakukan proses secara paralel, maka kartu grafis tersebut akan memperoleh kenaikan performa yang sangat signifikan. Beberapa pihak bahkan telah mengujinya dengan menggunakan sebuah game bernama Ashes of Sigularity.

Game RTS yang akan segera dirilis tersebut telah menggunakan DirectX 12. Dengan Ashes of Singularity, sebuah kartu grafis dapat diuji kemampuan ketika menggunakan DirectX 12.

Kontroversi pun mulai bermunculan ketika berbagai pihak mencoba menguji kartu grafisnya dengan menggunakan Ashes of Singularity. Kartu grafis NVIDIA banyak dilaporkan mengalami performa yang buruk ketika dicoba dengan menggunakan game tersebut.

Sebaliknya, kartu grafis AMD mampu memperoleh peningkatan performa hingga dua kali lipat. Bagaimana hal tersebut terjadi?



Menurut sebuah tread di Reddit, NVIDIA menyatakan, Ashes of Singularty tak merepresentasikan performa DirectX 12 yang sebenarnya. Kepada pengembang Ashes of Singularity, Oxide Games, NVIDIA mengatakan bahwa game mereka memiliki bug pada fitur MSAA. pihak Oxide pun kembali menanggapi hal tersebut. Menurut mereka, kartu grafis NVIDIA yang bermasalah.

Pada situs overclock.net, sempat ada diskusi mengenai DirectX 12 dan performa kartu grafis yang ada saat ini. Dalam diskusi tersebut, salah satu pihak internal Oxide membeberkan masalah sebenarnya, dan mengatakan bahwa GPU NVIDIA terbaru, Maxwell, tak mampu menjalankan fitur Async Compute di DirectX 12.

Hal tersebut membuat kartu grafis NVIDIA tak dapat memanfaatkan sistem pemrosesan data grafis secara paralel. Di satu sisi, arsitektur CGN yang ada di kartu grafis AMD telah dapat bekerja secara paralel. Hal tersebut membuat jajaran kartu grafis AMD mampu tampil jauh lebih baik di DirectX 12.



Hadirnya DirectX 12 memang merupakan evolusi baru dalam dunia kartu grafis. Evolusi terebut tentu akan mempengaruhi banyak pihak, termasuk para pembuat kartu grafis dan pengembang game.

Sebagai standar baru, DirectX 12 tentu harus diikuti para pembuat kartu grafis dan pengembang game. NVIDIA yang kehilangan momentum pada kemunculan DirectX 12 tentunya harus mengembangkan kartu grafisnya jika mereka ingin kembali menguasai pasar kartu grafis.


(ABE)