Sabam Sirait Gelar Ibadah Syukur atas Penghargaan Bintang Mahaputra

Arga sumantri    •    Minggu, 06 Sep 2015 13:53 WIB
Sabam Sirait Gelar Ibadah Syukur atas Penghargaan Bintang Mahaputra
Politikus senior PDIP Sabam Sirait menunjukkan penghargaan Bintang Mahaputera Utama kepada wartawan,--Foto: MTVN/Arga Sumantri

Metrotvnews.com, Jakarta: Politisi Senior PDI Perjuangan, Sabam Sirait hari ini menggelar kegiatan ibadah syukur atas penghargaan Bintang Mahaputera Utama yang disematkan padanya oleh Presiden Joko Widodo. Sabam Sirait jadi satu diantara belasan tokoh bangsa lainnya yang juga mendapat penghargaan Bintang Mahaputra Utama.

Acara ibadah syukur atas penghargaan Sabam Sirait digelar di Gedung Yayasan Komunikasi Indonesia, Jalan Matraman Raya No. 10 l-A l, Jakarta Timur. Menurut agenda, acara ini rencananya bakal dihadiri Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly dan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Pantauan Metrotvnews.com di lokasi, hingga pukul 13.00 WIB, acara inti belum juga dimulai. Menkumham Yasona Laoly dan Gubernur Ahok juga belum tiba di lokasi.

Sejumlah ucapan selamat lewat karangan bunga sudah terpajang rapi di sekitar lokasi. Di antaranya dari fraksi PDI Perjuangan di DPRD DKI.

Sementara Sabam Sirait yang didampingi sang istri, sudah tiba di lokasi sekitar pukul 13.05 WIB. Dengan mengenakan batik lengan panjang sambil membawa tanda penghargaan, Sabam tampak sumringah masuk ke dalam gedung. Belum ada komentar apapun dari Sabam terkait penghargaannya.

Sabam, merupakan tokoh senior dalam dunia perpolitikan RI. Dia adalah politisi yang mengalami masa pemerintahan 7 presiden, mulai dari Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Megawati Soekarmoputri, Susilo Bambang Yudhoyono hingga Joko Widodo.

Saat dirinya masih menjadi aktivis mahasiswa pada masa pemerintahan Soekarno, Sabam sudah sering menyampaikan gagasan-gagasannya. Bahkan dalam forum-forum mahasiswa internasional. Pada era pemerintahan Soeharto, dia dikenal sebagai politisi yang kritis dan kerap mendapat tekanan dari pemerintah Orde Baru.

Berdasarkan UU Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan disebutkan, tujuan untuk tanda kehormatan ini adalah, untuk memberi kehormatan tinggi kepada mereka yang berjasa luar biasa demi keutuhan, kelangsungan, dan kejayaan bangsa dan negara.

Selain Sabam, tercatat ada 17 nama lain yang menerima Bintang Mahaputra Utama. Di antaranya mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif, filusuf dan budayawan Franz Magnis Suseno, pengembang budaya moderat yang juga mantan Rektor IAIN Jakarta Harun Nasution, dan mantan Rois Am PBNU KH Mustofa Bisri yang akrap disapa Gus Mus.
(MBM)