42 Koperasi di Bali Tidak Aktif

Antara    •    Senin, 07 Sep 2015 12:05 WIB
umkm
42 Koperasi di Bali Tidak Aktif
ilustrasi. Antara/Oky Lukmansyah

Metrotvnews.com, Singaraja: Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Buleleng, Bali mencatat koperasi yang tidak aktif di daerah itu mencapai 42 koperasi dari jumlah keseluruhan 
mencapai 392 unit.

"Terhitung sebanyak 350 koperasi di antaranya tercatat aktif dan masih menjalankan roda perkoperasiannya dengan baik," kata Kadiskoperindag Buleleng, Ir. Ni Made Arnika di Singaraja, Senin (7/9/2015).

Ia menjelaskan, beberapa faktor utama menyebabkan banyaknya koperasi tidak aktif di daerah setempat adalah lemahnya sistem perkoperasian dan rendahnya kualitas sumber daya manusia (SDM).

"Satu hal yang juga sangat vital menyebabkan koperasi di Bali Utara banyak tidak berkualitas adalah rendahnya manajemen keuangan sehingga tidak dapat berjalan secara baik," kata dia.

Dikatakan, koperasi di Buleleng tidak keseluruhan mengikuti rapat anggota tahunan (RAT).  Padahal setiap anggota wajib melakukan RAT jika kualitas mereka sudah memenuhi syarat.

“Anggota RAT aktif mencapai 350 koperasi, dari jumlah itu, sekitar 325 koperasi tergolong wajib dan dan 21 koperasi tergolong  belum wajib,” kata dia.

Selain itu, kata dia, ratusan koperasi secara general tetap dipantau, tidak terlepas dari tujuan utama koperasi dalam meningkatkan taraf hidup anggota atau masyarakat.

Ia menambahkan, sebenarnya, peran koperasi dalam meningkatkan ekonomi di kalangan masyarakat pedesaan dan perkotaan, memiliki andil besar dan patut diperhatikan dalam menjaga stabilitas ekonomi.

Menurutnya, koperasi mengembangkan potensi kemampuan ekonomi anggota, dan masyarakat sebagai implementasi meningkatkan kesejahteraan ekonomi.

"Hal ini akan tetap kami dorong sebagai upaya pengentasan kemiskinan di Buleleng," kata dia.



(SAW)