Kemudahan Asing Buka Rekening akan Dorong Pembiayaan Infrastruktur

Eko Nordiansyah    •    Selasa, 08 Sep 2015 12:59 WIB
valas
Kemudahan Asing Buka Rekening akan Dorong Pembiayaan Infrastruktur
Ilustrasi Bank Mandiri -- FOTO: MI/ANGGA YUNIAR

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktur Utama PT Mandiri (Persero) Tbk Budi Gunadi Sadikin menyambut baik rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melonggarkan warga negara asing dalam membuka rekening valuta asing (valas) di Indonesia.

Menurut dia, 60 juta orang yang saat ini menjadi nasabah masih belum bisa membantu mendanai pembiayaan infrastruktur yang tengah menjadi fokus pemerintahan Presiden Joko Widodo. Sehingga, pilihannya adalah meminjam dana asing yang tentunya akan memberikan tekanan berlebih.

"Uang kita kurang, saving investment gap-nya besar. Dengan jumlah segitu tidak cukup, kalau kurang, alhasil pinjam dari luar negeri. Kalau pinjam, ada tekanan," tuturnya ditemui di SMA 68, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Selasa (8/9/2015).

Selain itu, dengan masuknya dana valas milik asing di perbankan akan menambah dana yang bisa disalurkan oleh bank. Apalagi penerimaan dari orang asing dinilai cukup besar.

"Ini bagus biar banyak orang asing yang menyimpan uang di kita lebih banyak. Selama ini kan diperketat. Gaji mereka itu besar. Saat ini, kita memang sedang butuh banyak uang untuk biaya infrastruktur. Itu kenapa pak Muliaman lakukan ini, supaya banyak dana yang berasal dari Indonesia," lanjut dia.

Oleh karena itu, dirinya berharap dengan adanya kebijakan ini akan membantu pemerintah dalam rangka pembiayaan infrastruktur serta mengurangi tekanan kepada kurs ketika pinjaman dolar pemerintah terlalu tinggi.

"Kalau bank lokal tidak bisa kasih pinjam, maka mereka pinjam dari luar. Kalau pinjam dari luar, bayar bunga juga pakai dolar. Makanya kurs kita juga tertekan jadinya. Jadi mudah-mudahan orang-orang expat ini bisa bikin pemasukan di bank. Jangan hanya dibantal," pungkasnya.


(AHL)