Sean Gelael Siap Hadapi Tantangan Sirkuit Nurburgring

Hilman Haris    •    Rabu, 09 Sep 2015 15:07 WIB
sean gelael
Sean Gelael Siap Hadapi Tantangan Sirkuit Nurburgring
Pembalap asal Indonesia yang memperkuat Tim Jagonya Ayam with Carlin, Sean Gelael

Metrotvnews.com, London: Pembalap asal Indonesia yang memperkuat Tim Jagonya Ayam with Carlin, Sean Gelael tampil memuaskan di Race 2 World Series Renault 3.5 GP Inggris, Minggu 6 September. Ketika itu, Sean mampu finis di posisi ke-10.

Meski tampil apik, Sean enggan larut dalam euforia terlalu lama. Selang bebepara hari setelah race di Inggris, Sean langsung mempersiapkan diri guna bertarung di sirkuit Nurburgring, Jerman pada akhir pekan ini. 

Sean sudah sewajarnya mempersiapkan diri sejak jauh hari. Pasalnya, Nurbugring bukan sirkuit sembarang. Sirkuit yang dibangun sepanjang 22 kilometer pada tahun 1920 itu sulit ditaklukkan karena terdiri dari lintasan panjang serta radius tikungan yang konsisten. Dengan kondisi tersebut, pembalap dituntut memiliki presisi yang bagus dan pengendalian mobil yang prima.

Oleh karena itu, Sean harus mengeluarkan seluruh kemampuannya untuk mendapatkan poin di sirkuit ini. Guna meraih hasil bagus saat race, Sean juga dituntut memberi masukan yang tepat kepada race engineer Tim Jagonya Ayam with Carlin, Marcus Koch saat sesi latihan bebas. Dengan begitu, performa Sean di sesi kualifikasi dan balapan dapat maksimal.
 

Mobil Formula Renault 3.5 seperti yang dikendarai Sean, semuanya menggunakan chasis Dallara yang identik. Tetapi menurut Koch, hal tersebut tidak mengurangi tantangan yang ada.

“Kurang lebih sama seperti mobil formula, dimana anda diberikan sebuah paket dan anda harus bekerja untuk set-up. Ada kemungkinan yang tidak terbatas yang bisa anda lakukan pada cambers (sudut roda pada permukaan lintasan), casters (jarak perpindahan sudut sumbu vertikal suspensi roda mobil), springs (pegas) dan dampers (peredam). Mobil ini memiliki paket aerodinamis yang sangat baik, memiliki gaya downforce yang besar tetapi juga memiliki  banyak tantangan untuk membuatnya bekerja seefisien mungkin,” kata Koch.


Lantas, bagaimana pendapat Koch tentang performa Sean pada musim pertama di Kejuaraan Formula Renault 3.5? “Sean adalah seorang pebalap yang sangat kompetitif. Ia kritis terhadap dirinya sendiri. Jadi dia selalu ingin melakukan yang lebih baik,” jelas Koch. 

“Setiap pembalap sering tidak sabar apabila berhubungan dengan hasil. Tetapi Sean melakukannya dengan sangat baik. Sekarang dia sudah mulai secara teratur masuk dalam 10 besar. Memang di situlah dia seharusnya berada. Selain itu, dia juga cukup baik memberikan masukan mengenai performa kendaraan, sehingga membuat pekerjaan saya menjadi lebih mudah,” puji Koch.



(HIL)