Pagu Anggaran Kementerian ESDM Jadi Rp 8,9 triliun di 2016

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 09 Sep 2015 18:21 WIB
rapbn 2016
Pagu Anggaran Kementerian ESDM Jadi Rp 8,9 triliun di 2016
Menteri ESDM Sudirman Said. ANT/Sigid Kurniawan

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan penurunan pagu anggaran kementerian dalam Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2016 dari Rp15,5 triliun menjadi Rp8,9 triliun.

Menteri ESDM Sudirman Said menyatakan pagu anggaran memang menurun lantaran banyak penerimaan fiskal yang menjadi prioritas digeser dan juga karena sebagian besar pembangunan infrastruktur sektor energi dilakukan dan dibiayai oleh badan usaha.

“Karena penerimaan fiskal menurun jadi prioritasnya digeser dan paling penting juga ESDM ini sebagian besar infrastruktur energinya dibiayai oleh badan usaha karena dianggap kompetitif bisa membiayai diri sendiri," jelas Sudirman di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu. (9/9/2015).

Meskipun pagu anggaran 2016 itu menurun hampir separuhnya, Sudirman mengungkapkan sektor-sektor di kementerian tidak ada yang terganggu. Ia juga mengatakan infrastruktur pun nantinya akan disesuaikan dengan anggaran. 

"Kalau yang rutin, tidak. Infrastruktur disesuaikan. Tapi kan tadi saya bilang kalau serapannya baik, pertengahan tahun kami bisa ajukan APBN-P," kata Sudirman.

Sementara itu, untuk serapan tahun ini, Sudirman menyebutkan baru sampai 20 persen. Namun, Ia menegaskan serapan anggaran akan digenjot dan diperbaiki dengan melakukan tender lebih awal. 

“Belum sampai 20 persen. Kerena memang dari dulu selalu begitu. Makanya ini sedang diperbaiki dengan cara persiapan lebih awal tender," ungkap dia.

Lebih lanjut, Sudirman juga menjelaskan mengenai usulan anggaran untuk sektor energi baru terbarukan yang diusulkan Rp10 triliun akan diakomodasi dengan cara berbeda yakni tidak sepenuhnya dilakukan oleh Keenterian ESDM.

"Tidak seluruhnya di kementerian ESDM. Jadi ada yang DAK ada yang lewat BUMN. Tapi kalau untuk bicara volume kegiatannya tidak jauh beda dari apa yg kita usulkan cuma tidak dilewatkan ke ESDM," pungkas dia.


(SAW)