22 Negara Bahas Keamanan Pangan

Kesturi Haryunani    •    Kamis, 10 Sep 2015 16:50 WIB
kementan ads
22 Negara Bahas Keamanan Pangan
PEserta The 29th Session of The Asia and Pacific Plant Protection Commission (APPPC)

Metrotvnews.com, Denpasar: Indonesia menjadi tuan rumah The 29th Session of The Asia and Pacific Plant Protection Commission (APPPC). Konvensi dua tahunan ini diikuti 22 negara Asia-Pasifik, berlangsung pada 7-11 September 2015 di Bali.

Agenda konvensi, yaitu membahas upaya pencegahan ancaman penyakit pada tumbuhan, dalam rangka menjamin keamanan pangan. Hasil pertemuan akan dipakai sebagai pedoman menetapkan standar internasional kesehatan tumbuhan.

Pertemuan akan menyepakati beberapa standar kesehatan tumbuhan dan tata cara pengendalian penyakit tanaman. Selain dimanfaatkan negara peserta di wilayah Asia Pasifik, hasil pertemuan akan diusulkan ke pertemuan perlindungan tumbuhan dunia yang diselenggarakan FAO di Roma pada 2016.

Bagi Indonesia, terlibat dalam pembahasan standar kesehatan tumbuhan menjadi sangat penting terlebih dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN yang diberlakukan akhir tahun ini. Dengan konsekuensi pergerakan barang yang sangat terbuka, Indonesia harus siap.

Melalui pertemuan ini, Indonesia mendapatkan informasi teknis mengenai status kesehatan tumbuhan di tiap negara peserta. Sehingga dapat mengakselerasi produk ekspor asal tumbuhan Indonesia.

Sebagai contoh, penerapan pengendalian teknis penyakit tumbuhan terhadap lalat buah. Penyakit ini telah menjadi momok di dunia, dan merugikan secara ekonomi.

Konvensi APPPC juga dimanfaatkan Indonesia untuk mensosialisasikan beberapa kebijakan pengendalian penyakit yang sudah ada, termasuk penetapan standar kesehatan tumbuhan. Diharapkan kebijakan tersebut dapat diaplikasi di negara lain, sehingga menguntungkan posisi tawar Indonesia pada perdagangan nasional.

Agenda lain yang akan dibahas dalam APPPC, yaitu elektronik sertifikasi yang telah diterapkan Australia dan New Zealand. Sistem ini berupa informasi keamanan pangan asal tumbuhan secara elektronik.

Upaya penerapan e-certificate kesehatan tumbuhan dapat dilakukan sebelum barang dikapalkan. Sistem ini harus didorong untuk memudahkan penanganan di pintu masuk seperti pelabuhan, bandar udara, maupun pos lintas batas. Hal ini sangat strategis untuk menyiapkan negara Asia Pacific sebagai produsen pangan tumbuhan terbesar di dunia pada era perdagangan global.


(NIN)