Ahok versus Ridwan Kamil, Apa Kata Masyarakat?

Wanda Indana    •    Jumat, 11 Sep 2015 17:06 WIB
dki jakarta
Ahok versus Ridwan Kamil, Apa Kata Masyarakat?
Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. (Foto: Antara/Widodo S)

Metrotvnews.com, Jakarta: Rencana Partai Gerindra memboyong Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (Kang Emil) untuk menyaingi Gubernur DKI Jakarta Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama dalam Pilgub DKI 2017 mendapat tanggapan beragam dari masyarakat Ibu Kota.
 
Hidayat, 42, tukang ojek menilai Kang Emil tak setenar Ahok, namun dia meyakini Ahok akan kerepotan jika Emil benar maju dalam Pilkada DKI. “Emil memiliki sikap merakyat. Prestasi Emil juga tak perlu diragukan lagi. Kota Bandung harus diakui mengalami perubahan. Ahok bisa Kalah juga, karena Ridwan Kamil lebih bisa ambil hati masyarakat, sopan, tapi tegas," kata Hidayat kepada Metrotvnews.com, Jumat (11/9/2015).
 
Hal serupa dikatakan Dhias, Mahasiswa dari universitas swasta di Jakarta ini menilai Prestasi Emil lebih terasa dan dapat dinikmati masyarakat Bandung. Menurut dia, kebijakan Ahok belum banyak dirasakan masyarakat.
 
"Semua sudah tahu Ridwan Kamil banyak bikin terobosan-terobosan di Bandung, kayak Taman Kota yang ada tema-temanya. Bahkan Taman di Kuningan Epicentrum kabarnya buatan Ridwan Kamil. Termasuk Marina bay Waterfront Singapura," kata Dhias.
 
Kemampuan Emil mengarsiteki sejumlah taman dan bangunan di sejumlah kota di dunia diyakini mampu menjadikan Jakarta menjadi kota yang lebih manusiawi dan tertata. “Dengan APBD DKI yang mencapai Rp72 triliun, seperti Emil bakal berbuat banyak buat pembangunan Jakarta yang lebih modern,” ujarnya.
 
Berbeda dengan warga lainnya, Ivan, 28, karyawan swasta mengatakan Emil belum pantas menjadi orang nomor satu di DKI. Kata dia, permasalahan di Jakarta dan Bandung berbeda. Jakarta mempunyai permasalahan perkotaan yang lebih kompleks.
 
"Belum pantas lah, jangan samakan Jakarta sama Bandung. Bandung itu kayak Jakarta Pusat atau Jakarta Selatan, jadi Jakarta itu lima kali lebih sulit dari Bandung," ujarnya.
 


(FZN)