Ini Kronologis Penyanderaan Dua WNI di Papua Nugini

Achmad Zulfikar Fazli    •    Minggu, 13 Sep 2015 22:36 WIB
penembakan
Ini Kronologis Penyanderaan Dua WNI di Papua Nugini
Ilustrasi senjata - MI/Amiruddin Abdullah

Metrotvnews.com, Jakarta: TNI dan Polri berhasil mengungkap insiden penyanderaan yang dilakukan kelompok separatis Papua bersenjata, Jefri Pagawak kepada dua warga negara Indonesia, Sudirman (28) dan Badar (20) di Skouwtiau, Papua Nugini. Pengungkapan ini terjadi setelah TNI dan Polri menyelidiki kasus tertembaknya satu WNI, Kuba, di Skofro, distrik Ardi Timur, Kabupaten Keerom, Papua.

Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayor Jenderal Endang Sodik membeberkan kronologi terjadinya penyanderaan tersebut. Kejadian ini, kata dia, bermula dari adanya kelompok separatis Papua bersenjata, Jefri Pagawak yang  bergerak menuju tempat pengolahan kayu di Skofro, distrik Adi Timur, Kabupaten Keerom, Papua.

Kemudian, kelompok bersenjata ini menemukan adanya seorang penebang kayu asal Indonesia yang bernama Kuba. Melihat adanya aktivitas tersebut, kelompok separatis ini lantas langsung menyerangnya dengan dua tembakan. "Di sana ada satu orang yang bekerja, ditembak dua kali. Pertama tidak kena, kemudian dihentikan pekerjaannya. Dihampiri diajak ke camp-nya. Tapi di perjalanan, dia ditembak kembali dan tewas terkena kepala belakang menembus mata," kata dia.

Tak hanya itu, kelompok separatis itu pun memanah korban yang telah tergeletak di jalan. Dengan kondisi tewas, lalu kelompok ini langsung meninggalkan korban di lokasi. "Kemudian korban dibantu bapak Emannual, korban dibawa ke rumah sakit Bhayangkara," lanjut dia.

Namun, setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan TNI dan Polri, ternyata ditemukan adanya empat penebang yang diserang oleh kelompok separatis tersebut. Mereka yakni, Sarifuddin, Kuba, Sudirman dan Badar.

"Sarifuddin berhasil lapor ke Polres, dua orang lagi Dirman (Sudirman) dan Badar tidak diketahui keberadaannya," ucap dia.

Sedangkan dua penebang, yakni Sudirman dan Badar yang sempat tidak diketahui keberadaannya, ternyata dibawa oleh kelompok separatis ini ke Skouwtiau, Papua Nugini.

"Hasil pengembangan dua orang ini dibawa oleh kelompok itu ke daerah Skouwtiau, Papua Nugini," pungkas dia.

Dua WNI Disandera Kelompok Bersenjata di Papua Nugini

Sebelumnya, Konsulat Republik Indonesia di Vanimo, mendapatkan informasi mengenai dua warga negara Indonesia yang disandera kelompok bersenjata di Skouwtiau, Papua Nugini.

Kedua WNI diketahui bernama Sudirman (28) dan Badar (20) yang bekerja di perusahaan penebangan kayu di Skofro, distrik Ardi Timur, Kabupaten Keerom, Papua. Seorang WNI lainnya, Kuba, tertembak tewas dalam insiden tersebut.


(AZF)