BI: Pengembangan Bunaken Solusi Tercepat Hadapi Gejolak

Antara    •    Senin, 14 Sep 2015 13:00 WIB
bank indonesia
BI: Pengembangan Bunaken Solusi Tercepat Hadapi Gejolak
Bank Indonesia (MI/PANCA SYURKANI)

Metrotvnews.com, Manado: Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara (Sulut) Peter Jacobs mengatakan pengembangan pariwisata Taman Laut Bunaken dinilai sebagai solusi jangka pendek atau upaya dengan realisasi manfaat tercepat yang dapat menumbuhkan perekonomian daerah Sulut.

"Pengembangan jasa pariwisata di wilayah dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 6,2 persen juga dinilai akan efektif untuk meredam gejolak ekonomi yang dipicu volatilitas nilai tukar rupiah," kata Peter Jacobs, di Manado, Senin (14/9/2015).

Ia mengatakan pariwisata laut Bunaken sudah didukung potensi yang melimpah, namun masih perlu perbaikan dalam infrastruktur terutama untuk pengelolaan sampah dan sumber air bersih. "Ini (pariwisata) yang bisa kita kembangkan dalam waktu singkat (jangka pendek), sembari kita kembangkan daya saing produk hilir," ujar dia.

Peter mengatakan bank sentral melihat dua sektor ekonomi yang perlu menjadi prioritas untuk pengembangan perekonomian daerah Sulut, yakni pariwisata, dan hilirisasi industri. Namun, pengembangan pariwisata merupakan solusi jangka pendek karena manfaatnya akan lebih cepat terasa bagi perekonomian daerah.

Hal itu, lanjutnya, karena destinasi wisata Bunaken yang sudah dikenal di seluruh dunia, meskipun masih perlu dikembangkan dari segi infrastruktur. "Ada turis Tiongkok yang cerita ke saya bahwa Bunaken sangat indah, tapi kata dia, tidak akan kembali lagi. Kenapa? karena sampahnya di sana sangat banyak," jelas dia.

Sedangkan untuk hilirisasi, masih kata Peter, tetap perlu dikembangkan. Peningkatan daya saing komoditas lokal dapat menjadi solusi dengan manfaat jangka panjang. Pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB) Sulut dari sisi penawaran masih didominasi sektor pertanian sebesar 22 persen.

"Dengan daya saing, mungkin manfaatnya baru terasa jangka panjang, namun nilai manfaat komoditas tersebut dapat naik dua kali lipat," pungkasnya. 


(ABD)