Bea Cukai Kuasai Modus Penyelundupan Barang Ilegal

Muhammad Khoirur Rosyid    •    Senin, 14 Sep 2015 20:29 WIB
penyelundupan
Bea Cukai Kuasai Modus Penyelundupan Barang Ilegal
Barang bukti alat bantu seks dan obat-obatan yang di sita KPPBC Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (14/9/2015). (Metrotvnews.com/MK Rosyid)

Metrotvnews.com, Surabaya: Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, mengetahui trik penyelundupan barang ilegal. Hal itu diketahui setelah pemeriksaan dilakukan bersama PT Pos International.

Kepala KPPBC Juanda, Iwan Hermawan mengatakan, dari semua hasil temuan barang ilegal, pihak pos sangat membantu proses pemeriksaan. Sebab, semua paket barang dikirim melalui pos. "Semua temuan itu kami periksa setelah sampai di pos. Kemudian barang diperiksa bersama pihak Pos International," ujarnya, Senin (14/9/2015).

Manajer PT Pos Internasional Hari Subagyo menjelaskan barang ilegal diketahui petugas pos diselundupkan bersama barang-barang lainnya yang dimasukkan ke dalam paket kardus. "Kalau yang pornografi mereka masukkan bersama pengiriman barang seperti baju," ujarnya.

Selain itu, dalam pengiriman barang yang dimasukkan kardus, petugas menyita senjata api laras panjang dan senjata tajam berupa tiga buah pedang.

Petugas bea cukai melimpahkannya narkotika ke BNNP Jawa Timur dan Ditreskoba Polda Jawa Timur. Terkait tersangkanya, petugas tidak menemukan. "Barang itu dikirim ada alamat tujuan. Setelah kami periksa mereka tidak tahu dan tidak memesan barang ilegal itu. Nanti barang ilegal akan kami musnahkan bersama," ujar Iwan.

Selama 2015, KPPBC melakukan tiga tindakan atas kasus narkotika, psikotropika dan prekursor (NPP). Di antara yang diamankan, 140 butir ekstasi dan 25 gram methamphetamine.

Selain produk narkotika, petugas juga menyita produk pornografi atau barang yang mengandung unsur pornografi yang diimpor dari Tiongkok. Barang tersebut melanggar pasal 282 ayat 2 UU 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

“Selama tahun 2015 ini kami melakukan penindakan sebanyak 29 kali. Barang-barang seperti miniatur alat kelamin dan bentuk boneka telanjang kami amankan sebagai barang bukti,” ujar Iwan.

Sementara untuk produk obat-obatan terlarang dilakukan 63 tindakan. Obat-obat tersebut dari hasil pemeriksaan petugas Bea Cukai tidak disertai surat izin dari badan pengawas obat dan makanan (BPOM). “Untuk kosmetik dan obat-obatan kami minta melengkapi izinnya. Atau instansi yang bersangkutan menemui kami dan melengkapi perizinannya,” ujar Iwan.

Atas temuan ini, Bea dan Cukai tidak menetapkan satu pun tersangka karena barang-barang tersebut diekspor dari luar negeri.



(UWA)