Bahan Baku, Penolong Impor Nonmigas Terbesar Selama Agustus 2015

Eko Nordiansyah    •    Selasa, 15 Sep 2015 15:35 WIB
impor
Bahan Baku, Penolong Impor Nonmigas Terbesar Selama Agustus 2015
Illustrasi. ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin mengatakan, impor Indonesia pada Agustus 2015 sebesar USD12,27 miliar. Nilai impor tersebut terdiri dari impor migas sebesar USD2,11 miliar dan impor nonmigas sebesar USD10,16 miliar.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin mengatakan, impor nonmigas pada Agustus 2015 naik 30,48 persen dibandingkan bulan sebelumnya di tahun yang sama. Dia menuturkan kenaikan ini disebabkan kenaikan golongan bahan baku dan diikuti dengan barang modal.

"Golongan bahan baku dan penolong memberikan naik 74,55 persen dengan nilai USD9,14 miliar, diikuti oleh impor barang modal naik 16,65, persen atau USD2,04 miliar. Lalu diikuti dengan impor barang konsumsi naik 8,80 persen atau USD1,07 miliar," ujarnya di Kantor BPS, Jakarta Pusat, Selasa (15/9/2015).

Dirinya menambahkan, selama Januari hingga Agustus 2015 nilai impor barang konsumsi, bahan baku/penolong, dan barang modal mengalami penurunan jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Adapun besarnya penurunan untuk golongan penggunaan barang tersebut masing-masing USD1,09 miliar atau 13,17 persen, USD18,29 miliar atau 20,09 persen dan USD3,14 miliar atau 16,13 persen," jelas dia.

Sementara itu, secara negara asal barang utama nonmigas, Tiongkok menjadi negara yang paling besar nilai impornya ke Indonesia. Selanjutnya, impor terbesar negara lainnya datang dari Jepang dan Australia.

Dia mengatakan impor terbesar dari Tiongkok dengan mencapai USD715,1 juta atau tumbuh 39,71 persen, Jepang sebesar USD345,8 juta atau 42,60 persen dan Australia USD121,3 juta atau 43,21 persen.


(SAW)