Bersaing Hadapi MEA, Jurnalis Dituntut Kantongi Sertifikasi

Amaluddin    •    Selasa, 15 Sep 2015 21:03 WIB
Bersaing Hadapi MEA, Jurnalis Dituntut Kantongi Sertifikasi
Jurnalis asing bersiap-siap meliput pelaksanaan eksekusi tahap 2 terpidana mati kasus narkoba, 26 Februari 2015, Metrotv - Darbe Tyas

Metrotvnews.com, Surabaya: Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) tengah menggalakkan sertifikasi berbagai profesi yang ada di Jawa Timur. Tujuannya yaitu menyiapkan tenaga kerja Indonesia untuk menghadapi progran Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015. 

Pengamat Politik dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Hendri Subiakto, menilai profesi wartawan alias jurnalis rendah. Artinya, masih banyak jurnalis yang belum memiliki Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).

"BNSP lah yang menentukan LSP itu. Makanya, perlu adanya LSP agar hadapi MEA bisa bersaing dengan orang asing yang masuk ke Indonesia. Minimal harus ada filternya," kata dosen Fisip Unair itu, usai Sosialisasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Bidang Komunikasi dan Informatika, di salah satu hotel di Jalan Ngagel, Surabaya, Selasa (15/9/2015).

Menurut Hendri, penting dibangun LSP dan standar kompetensi wartawan di Indonesia. Sebab, jika tidak segera ada LSP Jurnalis atau Wartawan, maka akan terasa pada saat MEA nanti. "Jangan heran kalau orang asing bisa masuk, tapi belum ada filternya, yaitu kompetensi di bidang wartawan itu tadi," katanya.

Maka itu, kata Hendri, Indonesia yang merupakan negara maju sangat potensial dalam dunia informasi. Karena, banyak peristiwa yang bisa diberitakan. "Sayangnya tidak ada komunikasi (Asosiasi Jurnalis, red) dengan BNSP. Padahal, BNSP yang menangani semua profesi," tandasnya.
(RRN)