Wall Street Reli 1%

Ade Hapsari Lestarini    •    Rabu, 16 Sep 2015 08:15 WIB
wall street
Wall Street Reli 1%
Ilustrasi aktivitas di bursa Wall Street -- FOTO: Reuters/Joe

Metrotvnews.com, New York: Indeks saham unggulan di bursa Wall Street terpantau reli lebih dari satu persen setelah adanya laporan data belanja konsumer yang tumbuh sehat.

Hal tersebut terjadi di tengah kegelisahan investor yang tidak bisa menghilangkan ketidakpastian tentang apakah Federal Reserve akan menaikkan suku bunganya pada minggu ini.

Spekulasi tentang kapan Fed akan mengakhiri suku bunga mendekati nol selama tujuh tahun ini cukup mengguncang Wall Street selama beberapa bulan. Gejolak pasar baru-baru ini memperlihatkan sebagai pembenaran bagi bank sentral untuk menahan suku bunga.

"Jika mereka tidak menaikkan suku minggu ini, itu sinyal buruk," tukas Kepala Strategi Pasar di Wunderlich Securities, Art Hogan, seperti dilansir dari Reuters, Rabu (16/9/2015).

Departemen Perdagangan AS melaporkan penjualan ritel AS naik 0,2 persen pada Agustus walaupun sedikit berada di bawah konsensus perkiraan analis. Kenaikan ini didorong oleh penjualan mobil yang kuat.

Laporan penjualan ritel adalah salah satu dari beberapa data tersisa AS menjelang pertemuan kebijakan moneter dua hari The Fed yang dimulai Rabu. Bank sentral akan mengumumkan pada Kamis, apakah akan mengangkat suku bunga untuk pertama kalinya sejak 2006.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 228,89 poin atau 1,4 persen menjadi 16.599,85 poin. Indeks S & P 500 menguat 1,28 persen menjadi 1.978,09, serta Nasdaq Composite bertambah 1,14 persen menjadi 4.860,52.

Salah satu pendukung kenaikan Wall Street datang dari saham Microsoft yang melonjak 2,18 persen, serta menjadi kontribusi tunggal terbesar untuk reli S & P. Sementara indeks keuangan .SPSY naik 1,65 persen, dipimpin oleh kenaikan saham JPMorgan sebesar 2,15 persen. Saham telah stabil sejak Tiongkok mendevaluasi mata uangnya pada Agustus.

Sekitar 5,8 miliar lembar saham berpindah tangan di bursa AS, di bawah rata-rata harian 20 hari perdagangan sebelumnya sebesar 8,0 miliar lembar saham, menurut data Thomson Reuters.


(AHL)