Dua Perwira Polri Resmi Menjabat di KPK

Yogi Bayu Aji    •    Rabu, 16 Sep 2015 11:50 WIB
kpk
Dua Perwira Polri Resmi Menjabat di KPK
Aris Budiman (paling kiri) dan Setiadi (paling kanan) bersama pimpinan KPK. Foto: MTVN/Yogi Bayu Aji

Metrotvnews.com, Jakarta: Dua perwira menengah (pamen) Polri, Kombes Aris Budiman dan AKBP Setiadi, resmi bertugas di Komisi Pemberantasan Korupsi. Aris menjadi Direktur Penyidikan dan Setiadi menduduki kursi Kepala Biro (Kabiro) Hukum.

Ketua sementara KPK Taufiequrachman Ruki melantik dan mengambil sumpah Aris dan Setiadi. "Bersediakah Saudara diambil sumpah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing?" kata Ruki di Auditorium KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (15/9/2015).

Ruki kemudian menuntun Aris dan Setiadi membacakan sumpah jabatan. Keduanya membacakan sumpah jabatan tanpa kesalahan ucap.

"Saya berjanji bahwa saya untuk diangkat dalam jabatan ini baik langsung maupun tidak langsung dengan rupa maupun dalih apapun tidak memberi atau menyanggupi akan memberi sesuai kepada siapapun pun juga. Bahwa saya akan setia dan taat kepada Negara Republik Indonesia. Bahwa saya tidak akan menerima hadiah atau suatu pemberian berupa apa saja dari siapapun juga yang saya tahu atau patut dapat mengira bahwa ia mempunyai hal yang bersangkutan atau mungkin bersangkutan dengan jabatan atau pekerjaan saya. Bahwa dalam menjalankan jabatan atau pekerja saya akan mementingkan kepentingan negara dari pada kepentingan saya sendiri, seseorang atau golongan," ujar Aris dan Setiadi.

Keduanya kemudian membacakan pakta integritas. Aris dan Setiadi bersedia mematuhi perundang-undangan dan kode etik KPK dan menghindari conflict of interest dalam menjalankan tugas.

"Bersedia diproses sesuai ketentuan yang berlaku apabila kami selama bertugas di KPK ditemukan pelanggaran perundangan sebelum kami menjabat pegawai KPK. Kalau kami melanggar pakta integritas ini, kami bersedia dikenakan sanksi moral, sanksi administrasi, dan sanksi pidana sesuai dengan perundangan yang berlaku," ucap keduanya.

Aris diketahui sempat menjabat sebagai Wakil Direktur Tindak Pidana Korupsi Badan Reserse Kriminal Polri. Kursi Dirdik KPK sudah kosong sejak Februari 2015, setelah Kombes Endang Tarsa dicopot.

Sedangkan kursi Kabiro Hukum KPK kosong sepeninggal Chatarina M. Girsang yang masa tugasnya di KPK selesai pada April 2015. Nur Chusniah sempat menjadi Pelaksana Tugas Kabiro Hukum.

Pelaksana tugas Pimpinan KPK Johan Budi memastikan, Aris dan Setiadi melewati proses tracking dan klarifikasi hingga dipilih menduduki kursi di lembaga antikorupsi. Penentuan pejabat di KPK diproses ketat. "Ini terbaik dari yang baik," ujar Johan, Senin 14 September.


(TRK)