Adhi Karya Revisi Right Issue Jadi Rp1.560/Saham

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 17 Sep 2015 20:12 WIB
adhi karya
Adhi Karya Revisi <i>Right Issue</i> Jadi Rp1.560/Saham
Ilustrasi Adhi Karya FOTO ANTARA/ Prasetyo Utomo

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) resmi merevisi harga dan jumlah saham yang diterbitkan dalam rangka penawaran saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau right issue. Dari harga awal sebesar Rp1.510-Rp2.400 per saham menjadi Rp1.560 per saham.

‎Pada awalnya, perseroan berencana menerbitkan sebanyak 1,81 miliar saham baru ke publik atau 50,2 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah PUT. Namun, berdasarkan prospektus yang baru dirilis, perseroan mengubahnya menjadi sekitar 1,75 miliar saham baru yang akan diterbitkan atau 49,4 persen dari modal ditempatkan dan disetor setelah PUT I dengan nominal Rp 100 setiap saham. Artinya, perseroan dapat mengantongi dana segar mencapai Rp2,7 triliun dari hasil hasil right issue.

Demikian prospektus baru yang dikeluarkan perseroan seperti mengutip keterbukaan informasi di BEI, Kamis (17/9/2015). Setiap pemegang Rp1.250 per saham lama yang namanya tercatat pada 5 Oktober 2015 pukul 16.00 WIB berhak memperoleh 1.221 HMETD, di mana setiap 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak satu saham baru dengan harga pelaksanaan Rp1.560 setiap saham, yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pelaksanaan HMETD.

Jumlah HMETD yang menjadi hak Pemerintah Republik Indonesia sebanyak 897.366.624. Rencananya Pemerintah RI akan mengambil right issue ADHI melalui Penanaman Modal Negara (PNM) sebesar Rp1,39 triliun.

Jika Saham Baru ini tidak seluruhnya diambil oleh pemegang HMETD, maka sisanya akan dialokasikan kepada pemegang HMETD lainnya yang melakukan pemesanan lebih dari haknya. Apabila setelah alokasi tersebut masih terdapat sisa saham baru yang belum dilaksanakan, maka sesuai perjanjian pembelian sisa saham, seluruh sisa saham baru yang tersisa tersebut akan diserap oleh pembeli siaga.

Langkah right issue yang dijalankan Adhi Karya, PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas akan bertindak sebagai Pembeli Siaga. Dengan porsi masing-masing sebanyak-banyaknya sebesar 287,38 juta saham, dengan jumlah dana yang disiapkan sebanyak-banyaknya sebesar Rp448,32 miliar.

Adapun pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya untuk membeli saham baru yang ditawarkan dalam PUT I ini sesuai dengan HMETD-nya akan mengalami penurunan persentase kepemilikan saham atau terdilusi atas kepemilikan sahamnya di Adhi Karya hingga 49,4 persen.

Adapun dana hasil right issue ini direncanakan untuk ‎proyek transportasi masal berbasis rel kereta beserta stasiun dan properti pendukungnya. Hal ini mendukung keinginan pemerintah dalam menyediakan Kereta Api Ringan atau Light Rail Transit (LRT) terintegrasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi.

Pembangunan proyek LRT beserta properti pendukungnya yang akan di bangun dengan konsep transit oriented development akan dilakukan secara bertahap. Pembangunan tahap awal proyek LRT sebesar Rp9,9 triliun yang akan dibiayai dari dana hasil PUT I dan pinjaman dari bank.



(SAW)