Ganti Akad Perjanjian, TKI Mudah Diperas

Anggitondi Martaon    •    Kamis, 17 Sep 2015 23:41 WIB
tki
Ganti Akad Perjanjian, TKI Mudah Diperas
Ilustrasi--MI/Seno

Metrotvnews.com, Jakarta: Tenaga kerja Indonesia di luar negeri sering diperas, misalnya saja di Singapura. Usut punya usut pemerasan dilakukan lantaran akad perjanjian yang disepakati TKI, PJTKI, BNP2TKI, dan agensi tidak berlaku.

Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Chaniago mengatakan, akad yang telah disepakati seringkali diganti dengan perjanjian baru antara agensi dan majikan yang difasilitasi oleh PJTKI.

"Nanti mereka akan bikin akad sendiri lagi di luar negeri yang isinya sudah disepakati oleh PJTKI dengan agen di sana. Nah karena itulah terjadi potongan hingga 400 dolar Singapura itu," kata Irma saat ditemui di ruang rapat komisi IX DPR RI komplek Parlemen, Senayan, Kamis (17/9/2015).

Politisi NasDem tersebut menerangkan jika seluruh biaya perjalanan TKI sebetulnya sudah ditanggung oleh agensi atau bank yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Biaya angsuran per bulan yang seharusnya dibayar oleh TKI/TKW hanya sebesar 207 dolar Singapura per bulan selama delapan bulan.

"Padahal sebenarnya jika pembiayaan perjalanan TKI ditanggung oleh Agensi (China Trust) potongan per bulan itu cuma 207 dolar Singapura selama delapan bulan, jadi ada selisih 193 dolar Singapura. Realitanya pemotongan yang terjadi di sana 400 (dolar Singapura)," beber Irma.

Jika pemerintah tidak segera menangani masalah ini, Irma menyebut TKI/TKW di luar negeri, khususnya Singapura akan terus mengalami hal serupa tiap tahunnya. "Mereka kan kontrak per tahun, setelah habis kontrak mereka akan kembali lagi ke Indonesia terus balik lagi ke sana (Singapura) dan bikin kontrak awal baru. kejadiannya sama seperti itu, bisa mati TKI/TKW kita kalau gitu," tegas dia.


(REN)