BPOM Serang Gerebek Pabrik Jamu Ilegal Beromzet Puluhan Miliar

Batur Parisi    •    Jumat, 18 Sep 2015 22:57 WIB
penggerebekan
BPOM Serang Gerebek Pabrik Jamu Ilegal Beromzet Puluhan Miliar
Ilustrasi

Metrotvnews.com, Serang: Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Serang menggerebek tiga pabrik jamu dan obat-obatan tradisional ilegal di tiga wilayah di Tangerang, Banten. Total omzet ketiga pabrik itu mencapai Rp10 miliar.

Penggerebekan yang dilakukan bersama Polda Metro Jaya itu dilakukan sepanjang September. Berawal pada 10 September, BPOM menggerebek agen jamu PJ dan menyita jamu tanpa izin edar merk Akar Jiwo ukuran 600 mililiter sebanyak 1.117 botol dan ukuran 150 mililiter sebanyak 2.921 botol.

"Total yang kami sita senilai Rp40 juta sekaligus memeriksa pemiliknya berinisial AR," kata Ketua BPOM Serang, Mohamad Kashuri, Jumat (18/9/2015).

Pada 15 September petugas gabungan juga menggerebek perusahaan obat tradisional di Tangerang Selatan (Tangsel) dan berhasil menyita 87 jenis obat herbal sebanyak 2.921 botol.

"Puluhan jenis obat-obatan itu dipasarkan di toko obat sekaligus melayani penjualan online di seluruh Indonesia dengan total sitaan mencapai Rp210 juta," katanya.

Pada 16 September tim kembali menggerebek pabrik obat di Jalan Raya Serang kilometer 26, Balaraja, Kabupaten Tangerang. Petugas memeriksa MR dan penanggung jawab IR.

Pabrik tersebut mempekerjakan 40 karyawan. Untuk mengelabui petugas, pabrik beroperasi hanya pada malam hari. Padahal, pada 2014, pabrik tersebut pernah ditutup BPOM dengan kasus yang sama.

Di pabrik itu tim pernah menyita obat-obatan dengan nilai Rp9 miliar. Alat bukti yang disita mesin produksi, bahan kemasan, dan bahan baku obat ilegal tidak memiliki izin edar.

Kashuri mengatakan obat-obat itu berbahaya karena mengandung paracetamol, penil mutizon, sildenafil sitrat, kafein, dan heza methazon. "Jika dikonsumsi secara terus-menerus akan mengganggu fungsi hati, jantung, ginjal, hingga menyebabkan kematian," kata dia.


(UWA)