Polda Sulsel Layangkan Panggilan Kedua ke Samad

Yogi Bayu Aji    •    Sabtu, 19 Sep 2015 04:00 WIB
abraham samad
Polda Sulsel Layangkan Panggilan Kedua ke Samad
Ketua nonaktif KPK Abraham Samad meninggalkan Gedung Ombudsman, Jakarta, Selasa (11/8). ANTARA FOTO/Reno Esnir

Metrotvnews.com, Makassar: Kepala Polisi Daerah Sulawesi Selatan dan Barat Irjen Polisi Pudji Hartanto Iskandar menegaskan akan melayangkan surat panggilan kedua atas penundaan pemeriksaan Ketua KPK nonaktif Abraham Samad. Pasalnya, Samad tak memenuhi panggilan pemeriksaan pada Jumat (18/9/2015)

"Ada proses berikutnya yang kedua, hari ini ditunggu sampai pukul 00.00 WITA, bila tidak hadir atau tidak datang ada prosedurnya dilakukan pangilan kedua, itu saja," katanya kepada wartawan di Makassar, Jumat malam.

Abraham telah dipastikan tidak bisa hadir karena ada agenda penting dan akan memenuhi panggilan pada Senin 28 September. Namun, Pudji tak menghiraukan hal tersebut.

"Tidak ada tanggal 28, mau nanti Hari Rabu atau Kamis mau datang itu tidak dimungkinkan, yang jelas panggilan kedua, kita panggil, kita lihat lagi prosesnya. Hari apa itu? Penyidik yang tahu," papar dia.

Pudji menyatakan apabila sampai batas waktu yang ditentukan Abraham Samad tidak datang, polisi akan melayangkan panggilan kedua. Apabila panggilan kedua tidak dipenuhi, langkah selanjutnya Abraham akan dijemput paksa.

"Tegasnya saya tidak mengandai-andai panggilan pertama tidak hadir, tidak ada masalah boleh saja sudah disampaikan meskipun ada kegiatan. Jelas kami siapkan panggilan kedua, Saya tidak tahu pangggilan kedua kapan dikirim, pastinya pangilan kedua diserahkan sama penyidik," tambah dia

Sebelumnya, Tim Pengacara meminta penyidik menjadwalkan ulang pemanggilan Abraham. Pasalnya, Abraham memliki kesibukannya di Jakarta sehingga tidak bisa memenuhi panggilan pada hari Jumat ini.

"Harusnya surat panggilan penyidik itu masuk paling singkat 3-7 hari. Akan tetapi, surat pemanggilannya justru masuk ke LBH pukul 18.00," ujar Koordinator Tim Pengacara Abraham Samad, Adnan Buyung Azis, di Makassar, Kamis 17 September kemarin.

Adnan bersama pengacara lainnya mengatakan surat pemanggilan pemeriksaan terhadap Abraham biasanya dikirimkan ke rumahnya. Namun, pemanggilan untuk pelimpahan tahap dua ini justru dikirim ke Kantor LBH Makassar.

Abraham Samad diketahui menjadi tersangka dalam kasus pemalsuan dokumen pada 2007, berupa tuduhan pemalsuan paspor atas nama Feriyani Lim. Abraham diduga membantu membuatkan KTP dan kartu keluarga (KK) untuk memudahkan pengurusan paspor tersebut.

Ahlhasil, Samad disangkakan adalah Pasal 263 Ayat 1 subs Pasal 266 Ayat (1) KUHP dan Pasal 93 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan. (Antara)


(OGI)