JK: Apapun Kondisinya Urbanisasi Pasti Terjadi di Indonesia

Dheri Agriesta    •    Senin, 21 Sep 2015 15:29 WIB
urbanisasi
JK: Apapun Kondisinya Urbanisasi Pasti Terjadi di Indonesia
Wapres Jusuf Kalla (Tengah). MI/Galih Pradipta

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebut urbanisasi tak akan pernah putus terjadi di Indonesia. Apalagi, sebagian besar penduduk di daerah masih berprofesi sebagai petani, sedangkan ketersediaan lahan di daerah kian terbatas.

"Urbanisasi pasti terjadi di negara seperti Indonesia, apabila kita mengenal bahwa penduduk yang ada di pedesaan umumnya bekerja di pertanian. Sedangkan pertanian punya lahan yang terbatas," kata JK dalam pidatonya di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng Selatan, Jakarta Pusat, Senin (21/9/2015).

JK menjelaskan, satu keluarga di beberapa daerah Jawa hanya memiliki seperempat hektare (ha) sawah atau kebun yang dapat digunakan untuk menanam berbagai komoditas. Luas lahan yang tak seberapa ini  tentu tak dapat menghidupi empat orang anggota keluarga.

Jika pertanian gagal akibat El Nino atau kekeringan, masyarakat dari desa pasti berbondong-bondong untuk pergi ke kota untuk mengadu nasib. Jika pertanian berhasil, hal yang sama juga akan terjadi.

"Kalau pun pertanian berhasil, maka biasanya produktivitas naik, timbul intensifikasi maka terjadi juga pekerja di pedesaan pindah ke kota. jadi berhasil atau tidaknya pertanian selalu terjadi urbanisasi," kata JK.

Pemerintah pun harus berperan untuk memperbaiki hal ini dengan membangun industri yang bisa memberikan lapangan kerja yang besar untuk masyarakat. Tanpa industri, JK menilai, banyak penduduk yang tak memiliki penghasilan yang cukup.

"Berdasarkan pedoman yang ada dengan lahan yang cuma 2,5 ha beras maka penghasilan petani maksimum adalah Rp800 ribu-Rp900 ribu per bulan. Di lain pihak, kalau dia kerja di industri bisa mendapat 1,5-2,5 juta walaupun upah minimum sekarang ini. Maka tentu itu lebih baik dan pasti memberikan pendapatan dan kesejahteraan seluruh masyarakat yang ada," jelas JK.

JK menambahkan, dengan pola seperti ini, pemerintah harus memiliki perencanaan yang baik untuk pembangunan di desa dan kota karena perpindahan akan tetap terjadi.

"Inti daripada itu adalah adanya perencanaan yang baik, juga sistem mulai dari infrastruktur, teknologi, pendidikan dan sebagainya," pungkas JK.


(SAW)