Program Desa Sejahtera Mandiri, Perlu Partisipasi Warga Setempat

Ilham wibowo    •    Senin, 21 Sep 2015 19:17 WIB
mensos blusukan
Program Desa Sejahtera Mandiri, Perlu Partisipasi Warga Setempat
Mensos Khofifa Indar Parawansa melaunching Desa Sejahtera Mandiri di Ngrawan, Getasan, Semarang, Jateng,--Foto: MTVN/Ilham Wibowo

Metrotvnews.com, Semarang: Kementerian Sosial mencanangan program Desa Sejahtera Mandiri (DSM). Satu di antara kegiatan DSM adalah Kelompok Usaha Bersama Ekonomi (Kube). Kelompok usaha ini merupakan intervensi pemerintah dalam pembangunan desa.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, Kube adalah program DSM yang di dalamnya terdapat 10 orang dalam satu kelompok. Mereka akan mendapatkan dana sebesar Rp20 Juta untuk melakukan program usaha mandiri.

"Basisnya adalah satu kelomook sepuluh orang, indeksnya Rp20 juta. Ini yang kita harapkan bagian dari intervensi membangun Desa Sejahtera Mandiri," tutur Khofifah usai melaunching program DSM di Desa Ngrawan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Senin (21/9/2015).

Dari 7.000 ribu desa yang dicanangkan hingga tahun 2019, intervensi pembangunan program DSM dilakukan 17 kementerian dan lembaga dalam koordinasi Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Selain itu, 14 perguruan tinggi dilibatkan agar intervensi program pemerintah tidak sama.

"Untuk tahun ini, Kemensos mengambil posisi 100 desa. Kementerian dan lembaga lain juga melakukan hal yang sama. Kita sudah menyampaikan desa dengan melakukan kemitraan dengan perguruan tinggi. Supaya tidak ada duplikasi dengan intervensi yang dilakukan," jelasnya.

Khofifah menegaskan, pemerintah tidak bisa hanya mengintervensi dan terus-menerus memberikan suntikan program. Pembangunan DSM perlu adanya potensi dan partisipasi dari warga setempat.

"Harus ada potensi dan partisipasi dari warga setempat. Itulah mengapa Kemensos mengambil format dengan perguruan tinggi," tuturnya.


(MBM)