Menlu RI dan Menlu AS Umumkan Secara Resmi Kunjungan Jokowi ke AS

Fajar Nugraha    •    Selasa, 22 Sep 2015 09:43 WIB
indonesia-as
Menlu RI dan Menlu AS Umumkan Secara Resmi Kunjungan Jokowi ke AS
Menlu Retno Marsudi dan Menlu AS John Kerry (Foto: Dok. KBRI Washington)

Metrotvnews.com, Washington: Menlu Retno Marsudi melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Amerika Serikat (AS) John Kerry, pada 21 September 2015. Kedua Menlu mengumumkan secara resmi kunjungan Presiden Joko Widodo ke AS.

Tidak hanya mengenai kunjungan Presiden Jokowi, pertemuan antara kedua menlu ini juga membahas upaya untuk meningkatkan kemitraan Indonesia dan Amerika Serikat.

"Peningkatan kemitraan Indonesia dan AS yang lebih strategis akan mencerminkan prioritas dan agenda 'Kabinet Kerja' Pemerintahan Presiden Joko Widodo,"sebut Menlu Retno, dalam keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri, yang diterima Metrotvnews.com, Selasa (22/9/2015).

Adapun hasil pembahasan bentuk kemitraan Indonesia-AS kedepan tersebut akan dilaporkan kepada masing-masing Kepala Negara. Kedua Menlu kemudian mengumumkan secara resmi rencana kunjungan Presiden Joko Widodo ke AS pada 26 Oktober 2015.

"Saya ingin pastikan dengan Menlu Kerry kunjungan Presiden Jokowi ke AS memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat," ujar Menlu Retno.

Kedua Menlu juga membahas upaya peningkatan kerja sama ekonomi kedua Negara dan juga isu-isu bilateral lain yang menjadi kepentingan kedua negara.

"Selain kerja sama di bidang ekonomi, hubungan antara Indonesia-AS juga difokuskan pada kerja sama di bidang maritim, pertahanan dan keamanan serta demokrasi dan pluralisme," lanjutnya.

Dalam pertemuan bilateral, kedua Menlu juga membahas kerja sama untuk mempromosikan toleransi dan moderasi dalam menyikapi berbagai tantangan fenomena radikalisme global. Secara khusus, Menlu RI mengangkat pentingnya memanfaatkan Masjid Indonesia di Washington DC sebagai pusat penyebaran pluralisme.

Menlu Kerry menggaris bawahi bahwa Indonesia merupakan power house toleransi dan pluralisme. Dalam hal ini Menlu Kerry menyampaikan bahwa sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki peran penting dalam mengatasi berbagai ancaman radikalisme dan ektrimisme di dunia dewasa ini.

Selain pertemuan bilateral, Menlu RI juga telah menyampaikan pidato pada forum US-Indonesia Society (USINDO). Dalam sambutannya, Menlu RI menyampaikan program prioritas Pemerintahan Jokowi yang dapat dikerja samakan dengan Amerika Serikat.

"Ke depan, kerja sama Indonesia-AS difokuskan pada program prioritas Kabinet Kerja Jokowi," ucap mantan Dubes RI untuk Belanda itu.

AS merupakan mitra dagang terbesar ke-4 bagi Indonesia dengan total perdagangan tahun 2014 mencapai USD27,7 milyar. Di bidang investasi, AS menduduki perikat ke-6 di Indonesia dengan nilai investasi USD 1.3 Milyar. Sedangkan jumlah kunjungan wisatawan AS ke Indonesia mencapai 234.117 orang pada 2014.
 


(FJR)